Shockbreaker Bermasalah, Ini Tanda-Tandanya

Oleh Liputan6.com pada 26 Mei 2018, 16:11 WIB
Diperbarui 26 Mei 2018, 16:11 WIB
BMW G 310 GS
Perbesar
BMW G 310 GS menerapkan suspensi depan up side down. (Foto: Arief Aszhari)

Liputan6.com, Jakarta Shockbreaker menjadi penjaga kestabilan motor. Baik itu saat cruising, menikung dan juga di jalan tidak rata. Shockbreaker atau shockabsorber juga mempengaruhi tingkat kenyamanan berkendara.

Shockbreaker yang merupakan bagian dari sistem suspensi berfungsi meredam gaya kejut yang terjadi. Dengan demikian, laju motor akan tetap stabil dan ban tetap memiliki daya cengkeram ke jalan.

Karena tugas yang berat, shockbreaker menjadi aus hingga rusak. Dilansir dari akun Instagram @hondajogjakarta, ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan bahwa peredam kejut tersebut mengalami kerusakan dan perlu diperbaiki atau bahkan diganti.

Pertama ialah oli shockbreaker bocor sehingga mengotori komponen tersebut menjadi kotor. Jika tak segera diperbaiki, laju motor akan menjadi tak stabil dan kotoran akan menempel pada cairan pelumas tersebut.

Ban belakang yang bergoyang secara tidak normal ketika menghantam lubang juga menjadi tanda-tanda shockbreaker mengalami kerusakan. Selain itu, muncul suara menghentak dari suspensi.

Keempat, shockbreaker tidak akan memantul secara normal, bisa semakin banyak atau pun sedikit. Jika berbagai gejala tersebut terjadi, segera bawa ke motor ke bengkel resmi atau mekanik yang sudah dipercaya untuk mengatasi masalah tersebut.

Sumber: Otosia.com

Simak Video Pilihan Berikut Ini:


Mau Shockbreaker Murah? Ini Pilihannya

Shockbreaker menjadi salah satu komponen sepeda motor yang memiliki fungsi penting. Selain meredam guncangan dari jalan, komponen ini juga sekaligus menjaga stabilitas roda dua saat dikendarai.

Dengan kondisi jalan di Indonesia yang tidak sepenuhnya mulus, membuat kinerja shockbreaker jadi tambah berat. Akibatnya, komponen ini cepat rusak.

Jika ingin ganti shockbreaker dengan harga relatif terjangkau, pilihannya bisa membeli copotan (baca: bekas) atau aftermarket. Keduanya diklaim memiliki nyaman dan empuk saat dikendarai.

Jika Anda mencari yang asli, salah satu pedagang komponen copotan di kolong Flyover Jatinegara bernama Endi menawarkan shockbreaker copotan untuk motor bebek Honda seharga Rp 170 ribu.

"Biar bekas tapi masih empuk, nggak kalah sama yang baru. Shockbreaker ini beda dengan rekondisi yang biasanya dibenerin dulu karena bocor atau oli di dalamnya sudah encer," beber Endi saat ditemui Liputan6.com, Selasa (24/11/2015).

Untuk daya tahannya, Endi mengklaim jika shockbreaker copotan yang ia jual sanggup bertahan lebih dari satu tahun. Namun demikian, kondisi ini tergantung dari si pemilik yang sering membawa beban berat atau tidak.

"Kalo shockbreaker-nya sih meskipun baru kalo dipake buat angkut yang berat tiap hari juga nggak awet," tambahnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya