Hati-Hati Ganti Aki Baru, Mobil Bisa Bermasalah Karenanya

Oleh Liputan6.com pada 26 Mar 2018, 20:05 WIB
Diperbarui 26 Mar 2018, 20:05 WIB
Aki Mobil
Perbesar
Salah pasang kutub aki bisa berdampak negatif. (Herdi/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Hati-hati kalau mau copot aki. Masalah mobil modern butuh asupan listrik yang berkesimbungan untuk 'menghidupi' ECU (electronic control unit), otaknya mobil modern.

Seperti dikatakan Muksin, Technical Operational Fast Pancoran, mobil yang memiliki ECU membutuhkan asupan daya secara terus menerus. Ketika aki dilepas, ECU akan membaca kondisi mobil sebelumnya.

"Kalau mobil tanpa ECU, terminal aki dilepas, dia tidak akan masalah. Tapi kalau mobil dengan ECU, aki dilepas, dia akan membaca kondisi sebelumnya, sensornya," terangnya.

Akibat dari pembacaan sensor di luar kondisi yang seharusnya, kinerja mesin juga akan rentan bermasalah. "Mesin mobil mungkin tidak bisa hidup, langsamnya berebet. Kayak Innova, Yaris, Jazz itu begitu," kata dia.

Hal ini bahkan bisa saja terjadi ketika penggantian aki lama karena sudah beli yang baru. "Misalnya ganti aki, tanpa ada arus standby, terputus, hasilnya akan begitu. Jadi sebaiknya ganti aki dalam kondisi arus standby. Kecuali kita ada alat yang bisa reset ECU. Di bengkel resmi pasti ada," ujarnya.

Sumber: Otosia.com

Simak Video Pilihan Berikut Ini:


Kendaraan Jarang Dipakai, Ini Jurus agar Aki Tidak Cepat Rusak

Saat ini, banyak pemilik kendaraan yang memiliki dua motor atau mobil. Biasanya, satu motor atau mobil untuk harian, dan satu untuk hobi atau digunakan saat akhir pekan.

Dengan pemakaian kendaraan tersebut, biasanya aki justru tidak lebih awet, dan membuat aki tekor, rusak, atau soak. Pasalnya, tidak ada siklus pengisian ulang yang biasanya terjadi ketika mesin hidup atau digunakan berjalan.

Dijelaskan Sahrudin, Technical Advisor - Quality Assurance PT Astra Otoparts Tbk (GS Astra), memang, ketika kendaraan tidak digunakan bisa bikin rusak aki. Namun, ketika di mobil, jangka waktunya lebih cepat, sedangkan di motor lebih lama.

"Harus tetap maintain, satu pekan digunakan jalan, motor juga sama. Tapi biasanya, motor lebih lama, bisa sepekan lebih," jelas Sahrudin saat ditemui Liputan6.com di Kelapa Gading, beberapa waktu lalu.

Lanjut Sahrudin, untuk pengisian ulang aki lebih baik kendaraan dijalankan. Pasalnya, untuk siklus pengisian membutuhkan rpm yang cukup tinggi, sekitar 2.000 rpm, dan tidak cukup hanya dengan idle atau mesin konstan.

"Untuk recovery butuh waktu lima menit, itu belum pengisian. Jadi, butuh waktu yang lama, dan kalau di garasi polusi, dan lebih baik dibawa jalan, muter ke mana," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya