Bagaimana Cara Pegang Setir Mobil yang Benar?

Oleh Yurike Budiman pada 09 Feb 2018, 18:00 WIB
Diperbarui 09 Feb 2018, 18:00 WIB
Wanita di balik Setir Kemudi
Perbesar
Cara mengemudi yang baik harus mengetahui posisi tangan di lingkar kemudi.

Liputan6.com, Jakarta - Dalam mengemudikan sebuah mobil, tentu teknik berkendara sangatlah penting. Tak hanya cara mengoper transmisi percepatan dengan benar, menginjak pedal gas, atau menginjak-melepas pedal kopling, tapi yang paling penting ialah cara memegang setir dengan baik. 

Ada empat tingkatan cara memegang setir dari yang sangat dianjurkan hingga yang menjadi kebiasaan buruk namun tidak dianjurkan. Berikut cara-cara memegang setir mobil yang benar:

1. Pull and Push (Tarik dan Dorong)

Posisi tangan kita memegang setir di arah jarum jam 3 (tangan kanan) dan jam 9 (tangan kiri), atau di arah jarum jam 10 dan jam 2 (diatas garis tengah).

"Posisi jempol harus di luar (jempol tidak perlu mencengkeram lingkaran setir). Jempol tidak boleh di dalam karena mengantisipasi ketika mobil dalam kecepatan tinggi dan menikung, setir akan balik lagi. Ini teknik yang paling bagus, tarik-dorong," kata instruktur Rifat Drive Labs, Eko Supriyono, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (9/2/2018).

Menurutnya, jempol pengendara bisa cedera jika mengenai ruas-ruas setir yang di bagian tengah, jika terjadi kecelakaan.

"Kalau jempolnya di dalam seperti mencengkram setir, bisa-bisa tangan pengemudi patah saat airbag meledak," ujar Eko.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Hand Over Hand

Hand Over Hand
Perbesar
Cara mengemudi yang benar dengan teknik hand over hand (driveredlands)

Ketika mobil hendak belok kiri atau kanan, tangannya menyilang. Pengendara menyilangkan satu lengan di atas lengan yang lainnya. Teknik ini cocok dipakai untuk memutar setir secara cepat. Teknik ini banyak dianjurkan karena lebih mengakomodasi mengembangnya airbag dengan baik jika terjadi kecelakaan, namun kurang cocok untuk memutar setir secara cepat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Teknik 'Cuci Piring'

Eko menjelaskan, teknik ini menjadi salah satu yang tidak dianjurkan. Teknik yang dianjurkan sebenarnya hanya dua cara di atas. Namun gaya 'cuci piring' ini kerap kali dijumpai beberapa pengendara. Lebih seringnya, mungkin seperti sopir angkot.

"Gaya 'cuci piring' ini kalau belok kanan atau kiri tangannya memegang setir dengan telapak tangan saja. Seperti orang cuci piring, jadi telapak tangannya muterin setirnya saja," kata Eko.

Ini juga bisa membahayakan pengendara karena posisi tersebut, tangan kita tidak bisa cepat meng-handle setir bila ada lubang atau ketika ban selip.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Gaya 'Nyangkul'

Posisi tangan di gaya 'nyangkul' ini juga sering dikenal dengan istilah 'nyebok'. Saat memutar setir, tangan yang satunya masuk ke dalam setir untuk membantu perputaran dari dalam dengan mendorong ke arah yang sama dengan arah yang mau dibelokkan. Tahapan ini sangat tidak dianjurkan karena sering terjadi kecelakaan.

"Ketika posisinya sedang putar balik atau menikung dengan tangan yang masuk ke dalam setir, kondisi mobilnya dalam keadaan cepat, jika ban depannya menghajar batu atau lubang, setirnya akan balik lagi, lawan arah. Nah ini biasanya sering terjadi di dunia mining (tambang), itu kalau gak keselo ya patah tangannya. Kalau sudah jadi kebiasaan, dengan tangan begitu saat belok, ketika kecelakaan tangan kita juga bisa patah saat airbag-nya meledak," ujar Eko.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓