New Daihatsu Sirion Rilis Bulan Depan, Apa yang Berubah?

Oleh Yurike Budiman pada 25 Jan 2018, 17:03 WIB
Diperbarui 27 Jan 2018, 16:13 WIB
Daihatsu Sirion

Liputan6.com, Jakarta - Model terbaru Daihatsu Sirion dijadwalkan meluncur pada Februari 2018. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan Sirion terbarunya ini akan diimpor dari Malaysia.

Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra mengakui pengguna roda empat di Indonesia lebih banyak memilih mobil dengan 7 seater. Oleh karena itu ia menjelaskan alasannya jika Sirion tak diproduksi lokal.

"Itu nanti dari Malaysia, 200-an unit per bulan itu rugi jika diproduksi di Indonesia. Harganya juga akan mahal. Jika dibandingkan dengan Malaysia, di sana konsumen city car-nya, paling laris. Kalau di Indonesia paling laku di kelas MPV," jelas Amelia di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Rabu (24/1).

Ia mengatakan Daihatsu Sirion nantinya akan didatangkan dengan status CBU (Completely Build Up), sama seperti yang sekarang beredar di pasaran.

"Kalau perbedaannya hanya di logo, merek Perodua dan Daihatsu, jadi kalau dia (Perodua) pakai 'P', kita 'D' (Daihatsu). Dari sisi keamanan juga sama untuk model di Indonesia, tidak bisa dibeda-bedakan,” jelas Amel.

Berbeda dengan Indonesia, Daihatsu Sirion di Negeri Jiran di bawah nama Perodua Myvi, berpotensi menjadi market leader di segmen city car atau mobil perkotaan.

"Myvi tumbuh sangat cepat, tapi ada lagi yang lebih tinggi, Axia. Itu lebih tinggi market share-nya, tapi dia (Myvi) tumbuh sangat cepat, mungkin akan menjadi nomor satu, jadi market leader," ujar General Manager Service Operations Perodua, Azarul Amir saat ditemui di Sunter, Jakarta.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sebagai informasi, usai dirilis pada November 2017, Daihatsu Sirion di Malaysia dengan nama Perodua Myvi telah menembus 36 ribu SPK (Surat Pemesanan Kendaraan). 

"Saat ini jumlah indent booking Myvi semenjak di-launching 16 November 2017 sampai sekarang sudah sebanyak 36 ribu unit," kata General Manager Service Operations Perodua, Azarul Amir, di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (24/1).

Ia mengatakan bahwa di Malaysia orang-orang lebih banyak memilih citycar. Myvi pun menjadi pilihan karena diklaim irit bahan bakar.

"Salah satunya adalah dari segi fuel saving-nya. Sekarang ini konsumen lebih memilih mobil yang hemat bahan bakar, jadi Myvi tergolong kategori mobil yang irit. Mobil ini juga menggendong tes tabrak bintang 5 dari NCAP," kata Amir.

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Merasakan Toyota Rush Generasi Terbaru