Ancaman Ferrari Keluar dari F1 Harus Ditanggapi Serius

Oleh Herdi Muhardi pada pada 07 Jan 2018, 16:20 WIB
Ferrari

Liputan6.com, Jakarta - Bebebrapa waktu lalu, CEO Ferrari, Sergio Marchionne sempat mengancaman bakal keluar dari ajang Formula One (F1) di 2021. Ini dikarenakan adanya rencana Liberty Media, sebagai penyelenggara F1 memiliki niatan membuat regulasi baru soal mesin balap di musim 2021.

Hanya saja, kabar F1 ini menuai protes beberapa pabrikan. Salah satu yang sangat keras menolak rencana tersebut siapa lagi kalau bukan pihak Ferrari.

Meski baru sekedar rencana, ternyata ancaman yang dilayangkan Ferrari tersebut dianggap bukan gertakan sambel. Setidaknya hal itu dirasakan mantan bos F1, Bernie Ecclestone.

Kata dia, jika mereka Kuda Jingkrak keluar dari ajang balapan jet darat, dikhawatirkan olah raga tersebut tidak dapat bertahan. Sebaliknya, Ecclestone menyatakan, Ferrari akan bertahan di luar balapan F1.

"Jika ini CEO Ferrari, Luca di Montezemolo, Anda tidak perlu menganggap (ancaman) tersebut terlalu serius, balapan adalah hidup Luca," ucap Ecclestone.

Namun, lanjut Ecclestone, hal ini berbeda dengan CEO Ferrari saat ini, Sergio Marchionne.

"Sergio dapat hidup tanpa Formula 1, dia hanya tertarik pada bisnis. Yang paling penting baginya adalah dia bisa memberi para pemegang saham hasil bisnis yang bagus. Saya khawatir Ferrari dapat hidup tanpa Formula 1, bukan sebaliknya," tuturnya.

Terang saja, Ecclestone menganggap keluarnya Ferrari dapat merugikan Formula 1. Sedangkan Sergio menurutnya tidak terlalu menyukai balapan F1.

Untuk saat ini, Ferrari masih terikat kontrak di ajang F1 sampai 2020 di bawah Concorde Agreement, keuntungan komersial yang didapat akan ditinjau ulang oleh Liberty Media.

1 of 3

Ferrari Ancam Cabut dari Ajang Balap F1

Sebastian Vettel, F1 Malaysia, F1
Salah aksi pebalap Ferrari, Sebastian Vettel pada balapan Formula One Malaysia Grand Prix, Sepang, (01/10/2017). Vettel akhirnya finis pada posisi keempat. (AFP/Mohd Rasfan)

Regulasi ketat diterapkan di ajang balapan F1. Termasuk, rencana federasi otomobil internasional (Federation Internationale de l'Automobile/FIA) yang akan kembali merombak mesin F1 agar lebih cepat.

Namun begitu, rencana tersebut rupanya tidak 100 persen disetujui pabrikan atau tim yang ikut dalam ajang balapan jet darat. Salah satunya adalah Ferrari.

Bahkan Chairman Ferrari, Sergio Marchionne mengancam tidak akan ikut ajang F1 jika aturan yang diterapkan di 2021 nanti dianggap tidak menguntungkan perusahaan mobil berlambang Kuda Jingkrak. Demikian dilansir Crash.net.

Kendati begitu, Sergio mengaku ada beberapa hal mendukung rencana pihak Liberty Media (pemilik baru) yaitu untuk mengurangi biaya menjalankan tim F1.

"Liberty memiliki beberapa niat baik, salah satunya adalah mengurangi biaya tim yang menurut saya bagus. Namun, ada beberapa hal yang kami tidak setujui, salah satunya adalah arah dari pengembangan powertrain, saya rasa itu adalah yang tidak akan bisa dirasakan (manfaatnya) bagi Ferrari,” ungkap Sergio.

2 of 3

Jika Ferrari Meninggalkan F1

Ulang Tahun Ferrari-Mobil Michael Schumacher
Dua wanita berselfie dengan latar mobil mantan pembalap Ferrari F1, Michael Schumacher di Rockefeller Plaza, New York, AS (8/10). Mobil tersebut pernah memenangkan salah satu seri balapan F1 di Grand Prix Monaco pada tahun 2001. (AFP Photo/Jewel Samad)

Menurut dia, jika aturan baru hasilnya tidak menguntungkan bagi merek, pasar, dan penguatan posisi Ferrari, maka Ferrari tak akan bermain F1.

“Jika Ferrari meninggalkan F1, masih terbuka banyak alternatif bisa dilakukan Ferrari di 2021 mendatang. Saya tidak ingin berprasangka terhadap hal ini, pastinya kami akan melakukan pertemuan Selasa depan dengan membawa niat baik, kami akan lihat bagaimana hasilnya," ucap Marchionne.

Ferrari menjadi satu-satunya pabrikan otomotif yang ikut andil di setiap kejuaraan dunia, F1. Perusahaan asal Italia ini, paling sukses dalam dunia sejarah mobil sport, antara lain 16 kali gelar konstruktor, 15 kali gelar untuk pembalapnya, dan 227 kemenangan balapan.

Terjun di dunia balap, Ferrari menerima keuntungan sebesar US$ 60-70 juta. Hanya saja, Ferrari sejak 2008 tidak pernah lagi memenangkan juara F1.

Lanjutkan Membaca ↓