Mesin Diesel Bisa Digantikan Listrik, Asal…

Oleh Herdi Muhardi pada 21 Sep 2017, 08:00 WIB
Diperbarui 21 Sep 2017, 08:00 WIB
Ford Ungkap Mesin Diesel Baru, Lebih Irit dan Hijau
Perbesar
Diesel 2.0 liter EcoBlue disebut sebagai `game changer` dalam hal efisiensi, konsumsi bahan bakar, dan tenaga.

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah perusahaan otomotif di dunia terus mengembangkan kendaraan listrik. Hal itupun ternyata dilakukan pabrikan otomotif asal Jepang yang terkenal dengan kendaraan komersil atau niaga jenis truk, yaitu Isuzu.

Kendati begitu, Sales Support Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Reiner Tandiono berpendapat, keberadaan kendaraan diesel tak akan langsung hilang meski adanya truk listrik.

Reiner beralasan, saat ini belum ada kendaraan listrik yang digunakan untuk komersil yang memiliki tenaga dan torsi, seperti disuplai mesin diesel.

“Mungkin (mesin diesel mati) sampai ditemukannya teknologi yang tenaganya nyamain diesel, biaya dan ukurannya juga sama,” jelas Reiner saat ditemui di acara Isuzu Diesel Academy di Isuzu Training Center, PT IAMI, Pondok Ungu, Bekasi, Rabu (20/9/2017).

Reiner mempertanyakan ketangguhan kendaraan listrik, apakah torsinya bisa menyaingi torsi dari mesin diesel.

“Mungkin bisa, tapi baterai atau motornya besar sekali. Saya belum bisa bilang enggak ketemu, tapi Isuzu belum. Mungkin yang lain sudah,” ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Tantangan Pasarkan Truk Listrik di Indonesia

Maman Fathurrohman, Departemen Marketing Promosi PT Isuzu Astra Motor Indonesia tak menampik untuk pasar Indonesia kendaraan diesel masih dibutuhkan karena alasan torsi yang besar dan cocok untuk kendaraan komersil yang sanggup mengangkut barang jumlah banyak.

“Tapi tidak tahu kalau nanti ditemukan mesin listrik yang bisa buat torsi besar untuk angkut barang, kenapa tidak? kami tidak pernah tahu karena teknologi cepat banget,” ujar Maman.

Selain itu, terkait regulasi dan aturan yang berbeda di setiap negara membuat kendaraan listrik dikhawatirkan tak diterima pasar karena dianggap tak sekuat mesin diesel perihal volume daya angkut.

“Tahu sendiri kalau di Indonesia, angkutnya sekian tapi diangkutnya sekian. Kalau di luar negeri aturan ketat, daya angkut 5 ton tetap bawa 5 ton, di sini (Indonesia) aturannya 5 ton dibawa 15 ton biar bisa angkutnya banyak,” kata Maman.

Meski Isuzu belum menjual kendaraan komersil berdaya listrik, namun Isuzu Jepang telah melego kendaraan bermesin hybrid, yang mengkombinasikan antara diesel dan listrik.

Lanjutkan Membaca ↓