Toyota Kembali Lahirkan Bibit Ahli Mesin Binaan

Oleh Herdi Muhardi pada 30 Agu 2017, 15:52 WIB
Diperbarui 30 Agu 2017, 15:52 WIB
TMMIN
Perbesar
Toyota Indonesia Akademi (TIA) kembali meluluskan mahasiswa Diploma 1 (D1) jurusan Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi. (Herdi/Liputan6.com)

Liputan6.com, Karawang - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melalui akademik manufakturing otomotif Toyota Indonesia Akademi (TIA) kembali meluluskan mahasiswa Diploma 1 (D1) jurusan Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi sebanyak 32 siswa.

Menurut Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono, proses pembelajaran yang diterapkan di TIA ditujukan untuk memenuhi kesenjangan link and match antara ketersedian tenaga ahli dan kebutuhan industri, sehingga dapat menjawab tantangan akan peningkatan kualitas tenaga ahli bersertifikasi dibidangnya.

"Kehadiran TIA memiliki konsep 70 persen praktik dan 30 persen teori, menghasilkan SDM dengan spesifikasi dan teruji guna mendukung pemerintah dalam menyediakan tenaga terampil dan bersertifikasi," ungkap Warih saat acara wisuda di Auditorium Hall TIA Karawang 3, Jawa Barat, Rabu (30/8/2017).

Untuk menambah ilmu dalam hal bidang keteknikan produksi di lapangan kerja, akademi Toyota membuka satu jurusan baru setara Program D2 yakni Teknik Produksi Kendaraan Roda Empat. Program ini akan menghabiskan masa pendidikan selama dua tahun.

Skema pendidikan D1 dan D2 kurikulum yang dipelajari diawali Mata Kukiah Dasar Umum (MKDU) seperti Keahlian Dasar dan Praktik Lapangan (On the Job Development), Budaya Industri, Karakuri (alat bantu produksi hasil ide putra bangsa menggunakan tenaga gravitasi), dan Logistik (logistik internal & Toyota Production System).

Direktur Administrasi, Corporate, Eksternal Affairs PT TMMIN Bob Azzam menyatakan, 10 tahun mendatang Toyota akademi menargetkan paling sedikit mampu melahirkan 1.000 sumber daya manusia (SDM) yang siap terjun di dunia industri.

"Penambahan program studi D2 ini kami harapkan menjadi pendukung akan pemenuhan kebutuhan SDM lokal berkualitas global di Indonesia," ungkap Bob.

Sebelumnya, angkatan pertama TIA sudah langsung mendapatkan pekerjaan di mana 11 siswa mampu bekerja di pabrik Toyota di Sunter, Jakarta Utara dan 22 orang di Karawang.

Simak juga video menarik di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Wanita Sederhana Berprestasi

TMMIN
Perbesar
Nurhayati salah satu lulusan terbaik angkatan ke-2 Toyota Indonesia Akedemi. (Herdi/Liputan6.com)

Dari sekian banyak lulusan TIA, ada satu mahasiswi yang cukup menyedot perhatian. Dia adalah Nurhayati yang merupakan salah satu dari 32 siswa angkatan ke-2.

Selama wisuda, Nurhayati menjadi perbincangan lantaran dirinya merupakan seorang wanita yang memiliki semangat tinggi khususnya di bidang industri otomotif.

Meski sangat semangat, ternyata wanita kelahiran Banyumas, 16 September 1995 ini diketahui tak seberuntung mahasiswa lainnya. Sebab, Nurhayati datang dari keluarga sangat sederhana.Nurhayati salah satu lulusan terbaik angkatan ke-2 Toyota Indonesia Akedemi. (Herdi/Liputan6.com)
Bahkan gadis yang bercita-cita ingin membahagiakan kedua orangtuanya ini disebut sempat harus putus sekolah sementara selama tiga tahun usai lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2010.

Untuk menggapai cita-citanya, Nurhayati sempat bekerja selama tiga tahun di sebuah toko elektronik di Tegal. Uang hasil kerja keras itu digunakan untuk meneruskan sekolah kejenjang berikutnya.

Hingga akhirnya di 2013, Nurhayati masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selama di SMK, Nurhayati tak pernah merasa malu karena usia lebih tua. Sebaliknya dia menjadi juara kelas dan menjuarai beragam kompetisi akademis, salah satunya lomba Olimpiade Matematika dan Menulis Cerpen menggunakan Bahasa Inggris.

"Tekadku sangat besar untuk mengubah kondisi keluarga. Ayahku kini sudah tua, jadi inilah yang mendorong untuk bergabung dan menyelesaikan pendidikan di TIA dengan harapan menjadi bagian dari Toyota Indonesia kelak," ucapnya.

Nurhayati diketahui mampu bersaing dengan ribuan siswa dari seluruh Indonesia untuk seleksi di Toyota akademi. Meski saat dibangku SMK dia berada di jurusan Teknik Audio Video bersifat elektrik, namun hal itu tidak membuat dirinya tak bisa menguasai bidang otomotif.

Sebaliknya, Nurhayati menjadi peserta didik terbaik di TIA angkatan 2016-2017 dalam mata pelajaran Elemen Mesin 1, baik saat membongkar, memasang dan mengeset alat mekanik

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait