Indonesia Harus Bisa Ekspor Mobil Ramah Lingkungan

Oleh Arief Aszhari pada 31 Jul 2017, 17:09 WIB
Diperbarui 31 Jul 2017, 17:09 WIB
RAV4 Hybrid
Perbesar
Pada ajang New York Auto Show (NYAS) bulan April nanti, mobil yang rencananya akan dirilis Toyota adalah all-new RAV4 hybrid (Foto: Automotive News)

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan mobil hybrid ataupun mobil listrik memang tidak bisa dihindarkan. Mau tidak mau, secara global maupun di Indonesia pasti menuju ke arah mobil ramah lingkungan ini.

Dijelaskan Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), terkait mobil ramah lingkungan ini pihaknya sudah memberikan masukan-masukan konkret kepada pemerintah.

"Mobil ramah lingkungan harus terjadi, tidak bisa tidak. Makanya, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa meningkatkan pasar kita yang besar," jelas Warih saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lanjut Warih, jika di Indonesia memiliki pasar yang besar untuk mobil ramah lingkungan, maka industri mobil listrik atau hybrid ini bisa juga tercipta di Indonesia.

"Kalau pasar ada, opportunity (kesempatan) untuk domestik dan ekspor juga besar. Jika sudah begitu, produksi juga akan tercipta besar di Tanah Air," tambahnya.

Sementara itu, jika berbicara kesempatan produksi mobil ramah lingkungan, Toyota Indonesia sepertinya lebih memilih mobil hybrid dibanding mobil listrik. Pasalnya, mobil hybrid tidak membutuhkan persiapan atau infrastruktur yang lebih rumit dibanding mobil listrik.

"Paling penting, step-nya harus jelas. Butuh persiapan besar dengan skala beragam. Seperti etanol, bio diesel, dan listrik butuh persiapan besar, sedangkan hybrid hampir sama dengan mobil konvensional," pungkasnya.

 

Simak juga video menarik di bawah ini: