Ketimbang Mobil Listrik, Toyota Pilih Produksi Mobil Hybrid

Oleh Arief Aszhari pada 31 Jul 2017, 13:08 WIB
Diperbarui 31 Jul 2017, 13:08 WIB
Toyota Prius PHV
Perbesar
Generasi kedua Prius plug-in hybrid vehicles (PHV) meluncur di Jepang, Rabu (15/2) kemarin (Foto: reuters.com).

Liputan6.com, Jakarta - Bagi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), tahun ini sebagai penentu arah bisnisnya di Tanah Air. Raksasa otomotif asal Jepang ini, sudah bicara gamblang terkait produksi mobil ramah lingkungan, namun belum dipastikan model apa yang akan diproduksi pertama.

Dijelaskan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, mobil ramah lingkungan bisa datang dari banyak teknologi, seperti etanol, bio diesel, hybrid, dan listrik.

"Paling penting, step-step-nya harus jelas, butuh persiapan besar dengan skala beragam. Seperti etanol, bio diesel, dan listrik butuh persiapan besar, sedangkan hybrid hampir sama dengan mobil konvensional," jelas Warih saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lanjut Warih, mobil hybrid dengan dua mesin yaitu bensin dan listrik hampir sama dengan mobil yang beredar saat ini. Meskipun tetap butuh persiapan dengan skala besar, tapi tidak serumit mobil listrik.

"Tantangannya, karena itu teknologi tinggi dan mahal, harus didukung kebijakan pemerintah agar bisa diterima konsumen. Kita sudah beri masukan yang konkrit ke pemerintah, mobil ramah lingkungan harus terjadi, tidak bisa tidak," tambah Warih.

Sementara itu, jika berbicara mobil listrik memang lebih rumit lagi, dengan berbagai kendala yang ada. Sebut saja infrastruktur yang memang belum ada saat ini, karena dengan daya listrik sekitar 3.500 watt di rumah, butuh waktu 8 sampai 10 jam untuk mengisi full baterai mobil listrik.

"Memang masih terkendala kemampuan, ke depannya memang harus ada tahap-tahap khusus untuk persiapan infrastruktur, umur pakai, dan sebagainya. Kalau mobil hybrid, almost same dengan yang ada saat ini," pungkasnya.

 

Simak juga video menarik di bawah ini: