Satu Mobil Dibentuk dari Puluhan Ribu Komponen

Oleh Rio Apinino pada 03 Jul 2017, 19:21 WIB
Diperbarui 03 Jul 2017, 19:21 WIB
Pabrik Baru Milik Mitsubhisi-Bekasi- Angga Yuniar-20170425
Perbesar
Suasana perakitan mobil di PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4). Menempati luas area 30 hektar, pabrik MMKI telah mulai memproduksi Pajero Sport & small-MPV Mitsubishi.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Satu unit mobil terdiri dari banyak komponen. Dari mulai yang besar seperti panel bodi, hingga yang kecil-kecil seperti karet seal. Tapi tahukah Anda, berapa persisnya komponen yang terdapat dalam satu unit mobil?

Jawabannya memang beragam. Sangat tergantung dari jenis mobilnya. Namun merujuk pada laman toyota.co.jp, diakses Senin (3/7/2017), jumlahnya ada sekira 30 ribuan. Tentu angkanya mungkin beda pada pabrikan lain. Bisa jadi lebih banyak, atau mungkin lebih sedikit.

Rolls-Royce misalnya, untuk satu unit mesin bersilinder 12, dirakit dari 14 ribu komponen. Tapi jumlah ini terhitung sangat banyak, mengingat mesin yang dibuat relatif "raksasa".

Untuk Toyota sendiri, komponen-komponen ini tidak semuanya dibuat sendiri. Dikatakan, beberapa komponen seperti jok, roda kemudi, kaca depan, lampu depan, diproduksi oleh rekanan. Sementara bagian penting seperti mesin dan transmisi, dibuat sendiri oleh mereka.

Setiap komponen ini dirakit dengan metode yang presisi. Dalam arti, di sana melibatkan pekerja-pekerja ahli serta mesin-mesin canggih.

Asia Nikkei, baru-baru ini melaporkan bahwa pabrikan asal Jepang itu sedang merancang sistem perakitan mobil baru yang membuat satu pabrik tidak perlu menyimpan banyak komponen. Dengan begitu, perakitan dapat lebih efektif. Metode ini bakal diterapkan di pabrik di prefektur Miyagi, Jepang.

Dengan metode baru ini, urutan produksi mobil ditentukan sekitar empat hari sebelum dimulainya proses perakitan. Di saat itu pula komponen baru dikirim ke pabrik.

Pada metode lama, komponen dikirim jauh-jauh hari, tapi proses akhir kerap tidak sesuai rencana untuk mengakomodir perubahan seperti pengecatan ulang kendaraan yang gagal dalam tahap quality control.

 

 

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini: