Fakta Mobil Pertama di Indonesia, Bersemayam di Belanda

Oleh Herdi Muhardi pada 22 Mar 2017, 06:10 WIB
Diperbarui 22 Mar 2017, 06:10 WIB
Mercedes-Benz Victory Phaeton
Perbesar
Mercedes-Benz Victory Phaeton mobil pertama di Indonesia (dok: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak Soeharto menjadi orang nomor satu di tahun 1967, mobil dinas Kepresidenan Indonesia selalu dilahirkan pabrikan asal Jerman, Mercedes-Benz. Salah satunya adalah Mercedes-Benz 500SEL.

Selang tiga tahun, tepatnya pada 1970, Mercedes-Benz masuk ke pasar otomotif nasional dan mendirikan keagenannya melalui Mercedes-Benz Indonesia.

Selain Soeharto, kelima Presiden Indonesia lainnya BJ Habibie, Abdurahman Wahid (Gus Dur), Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, tetap menggunakan Mercedes-Benz sebagai kendaraan kepresidenan.

Namun demikian, merek mobil Mercedes-Benz muncul pertama kali dan dipakai pejabat negara bukan di tahun 1960-an, melainkan jauh sebelum itu, 1894 lalu.

Ya, kala itu, Raja Surakarta, Pakubuwono ke X alias PB X disebut menjadi pemilik mobil pertama di Indonesia.

PB X kala itu membeli sebuah mobil Mercedes-Benz Victoria Phaeton, yang didatangkan langsung dari Jerman tahun 1894. Sosok mobilnya disebutkan sesuai pesanan PB X.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Ketangguhan Mobil Pertama Milik Raja

Tentu saja, untuk membeli mobil itu tidak semudah saat ini. Di zaman modern, konsumen dapat langsung datang ke dealer, atau melihat spesifikasi mesin dan fitur melalui internet terlebih dahulu.

Sementara, PB X harus menunggu lama pesanannya datang. Untuk mendapatkan mobil impiannya itu, PB X harus menunggu selama satu tahun. Konon PB X membeli mobil Mercedes-Benz dengan harga 10 ribu gulden. Jelas angka ini sangat mahal di masanya.

Saat pertama kali masuk ke Indonesia, Mercedes-Benz Victory Phaeton jelas terlihat sangat mewah. Pasalnya, kendaraan para sultan dan pejabat di era Belanda masih banyak menggunakan kereta kuda.

Sedangkan PB X, telah menggunakan Mercedes-Benz Victory Phaeton yang dibenamkan mesin satu silinder berkapasitas 2 liter yang sanggup memuntahkan daya hingga lima tenaga kuda.

Secara desain memang masih terlihat kereta kuda, seperti bagian bodi beberapa sisi masih menggunakan kayu, termasuk pada bagian pelek.

Hanya saja bagian ban telah menggunakan karet namun tanpa diisi angin.


Hilang Dipinjam Belanda

Setelah beberapa tahun memiliki mobil paling ciamik di eranya, Mercy Victory Phaeton tiba-tiba tak pernah lagi terlihat di Tanah Air.

Ya, hal itu setelah Belanda meminjamnya untuk digunakan dalam pameran mobil RAI pada 1924.

Namun pasca Belanda kalah perang dari Jepang, Mercy Victory Phaeton semakin terlupakan. Belanda tak lagi membawa pulang mobil PB X.

Hingga akhirnya, setelah puluhan tahun tak terdeteksi, Mercy Victory Phaeton diketahui berada di sebuah museum di Den Haag, Belanda.

Namun demikian, belum diketahui apakah mobil pertama milik salah satu warga Indonesia itu sudah mendarat di Indonesia atau belum.


Para Petinggi Kerajaan Membeli Mobil

Tak hanya PB X, anggota kerajaan lainnya seperti Kanjeng Raden Sosrodiningrat, disebutkan ikut membeli sebuah mobil dari Daimler pada 1907. 

Kabarnya, mobil Daimler sengaja dibeli pihak kerajaan, karena tak mau kalah dengan pejabat tinggi di Batavia (Jakarta). Rupanya ada seorang Gubernur Jenderal memiliki mobil yang sama.

Orang penting lainnya yang membeli mobil adalah Raden Mas Ario Tjondro. Dia merupakan seorang Bupati Brebes. Pada 1904, sang Raden mempunyai Orient Backboard.

Tak hanya di Tanah Jawa, mobil di masa kerajaan juga hadir di wilayah Ternate. Disebutkan, pada tahun 1913 Sultan Ternate memesan sebuah mobil roda empat.

Seiring waktu, mobil-mobil di masa kerajaan disebutkan mulai banyak beredar. Bahkan kala itu banyak para pengusaha beralih profesi sebagai agen untuk mendatangkan mobil-mobil ke Indonsia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya