Sekilas Perawatan Mesin Diesel

Oleh Rio Apinino pada 12 Feb 2017, 13:36 WIB
Diperbarui 12 Feb 2017, 13:36 WIB
Pilihan Mobil Diesel di Bawah Rp 350 Juta
Perbesar
Mobil jenis ini memiliki keunggulan dari segi performa dan irit bahan bakar.

Liputan6.com, Jakarta - Cara kerja mesin diesel berbeda dengan mesin bensin. Selain itu, harga mesin Diesel juga umumnya lebih mahal karena ia dibuat dengan material yang lebih baik untuk menahan kompresi yang lebih tinggi.

Namun, sebagaimana kendaraan bermesin lainnya, mesin ini juga perlu perawatan. Iwan Abdurahman, Technical Service Division PT Toyota-Astra Motor (TAM) menyatakan, tidak ada ekstra perawatan untuk mesin Diesel. Semua sama.

Laiknya kendaraan pada umumnya, mobil Diesel perlu mengganti oli, dan komponen saringan secara rutin sebagaimana yang ditetapkan pabrikan. Namun, satu komponen yang perlu diperhatikan lebih adalah filter solar.

Mesin Diesel berbahan bakar solar yang punya kandungan air. Dalam hal ini, tiap mobil Diesel pasti di filternya punya pemisah antara air dan solar. Takaran air tidak boleh terlalu banyak. Jika sudah melebihi takaran, akan ada indikator menyala.

"Filter solar hanya diganti kalau sudah ada notifikasi di layar instrumen. Kalau kedap-kedip berarti airnya sudah banyak, kalau melotot (nyala terus) itu tandanya filter solar sudah mampet," katanya, dengan mengambil contoh all new Innova, yang dirilis pada 2015 lalu.

Meski tidak ada waktu penggantian secara periodik, Iwan mengatakan baiknya filter solar juga diganti berbarengan dengan ganti oli, yaitu tiap 10 ribu km.

Beberapa komponen lain yang patut diperhatikan adalah filter udara, yang harus diganti setelah semakin banyak kotoran menempel, oli mesin, dan tune up. Persis sama dengan mobil bermesin bensin lain, bahkan sama juga dengan sepeda motor.

Tag Terkait