Ini yang Buat Toyota Yakin Ekspor 2017 Naik 10 persen

Oleh Herdi Muhardi pada 27 Jan 2017, 12:40 WIB
Diperbarui 27 Jan 2017, 12:40 WIB
20160126-Produksi-Kijang-Inova-serta-Fortuner-Jakarta-IA
Perbesar
Pekerja menyelesaikan pembuatan mobil Kijang Innova pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jawa Barat, Selasa (26/1). Pabrik ini memproduksi Kijang Innova serta Fortuner mencapai 130.000 unit pertahun. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) optimistis ekspor mobil Toyota ke luar negeri di 2017 mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibanding 2016 yang turun 4,3 persen.

Hal ini pun disampaikan langsung Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono saat ditemui awak media di kawasan Thamrin, Jakarta.

Kata Warih, meningkatnya angka ekspor Toyota disebabkan adanya dua negara tujuan baru, yaitu Maroko (Afrika Utara) dan Argentina (Amerika Selatan).

Pria berkacamata ini menuturkan, Maroko menjadi pelabuhan yang benar-benar baru. Sedangkan Argentina kini tak hanya menjadi tujuan ekspor mesin ethanol, tetapi juga mobil Kijang Innova.

“Sebelumnya kalau wilayah Amerika Selatan itu didominasi Fortuner. Jadi tahun ini ada new destination country dan current destination country yang introduce new model, maupun peningkatan volume current model,” ujar Warih, Kamis malam, (26/1/2017).

Lebih lanjut Warih mengungkapkan bahwa Toyota sukses menyedot perhatian Maroko. Diharapkan, beberapa wilayah negara di Afrika Utara, seperti Nigeria bahkan Libya, dapat berpotensi menjadi tujuan pasar Toyota sehingga lebih besar.

“Kita berharap pengenalan di Maroko menjadi salah satu tonggak, supaya bisa mengerti situasi negara tetangganya,” katanya.