Penjualan Toyota C-HR Jauh Melebihi Perkiraan

Oleh Rio Apinino pada 22 Jan 2017, 14:09 WIB
Diperbarui 22 Jan 2017, 14:09 WIB
20160811-Mobil-Konsep-GIIAS-2016-HEL
Perbesar
Mobil konsep Toyota C-HR dipamerkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS)2016 di ICE BSD City Serpong, Banten, Kamis (11/8). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Tokyo - Toyota Motor Corp merilis status pemesanan terkini dari crossover baru mereka, C-HR, 19 Januari lalu. Hasilnya, persis setelah satu bulan dirilis, mobil ini sudah dipesan lebih dari 48 ribu kali.

Mengutip responsejp.com, Sabtu (21/1/2017), angka tersebut sebetulnya jauh melebihi target Toyota. Awalnya pabrikan Jepang itu menargetkan angka 6.000 per bulan. Itu artinya, jumlah pemesanan sesungguhnya delapan kali lipat lebih banyak.

Dari jumlah tersebut, kontributor terbesar adalah varian hybrid, yang dipesan sebanyak 37 ribu kali. Sementara versi turbonya mencapai 11 ribu pemesanan.

Menurut Toyota, keberhasilan mereka melambungkan nama C-HR tidak lain karena modelnya itu sendiri disukai masyarakat. C-HR, ujar pabrikan Jepang terbesar itu, punya gaya individualistik, bermotif `Diamond`, serta ruang kabin yang luas.

Selain itu, karena dibangun dengan platform baru bernama TNGA, mobil ini juga punya pusat gravitasi yang rendah sehingga lebih responsif.

Alasan lainnya, khususnya mengapa varian hybrid yang lebih banyak dipesan, adalah karena ekonomis. C-HR Hybrid di atas kertas mengonsumsi bahan bakar 30,1 km/liter, atau terbaik di kelasnya. Mobil ini juga dapat subsidi di Jepang.

Toyota C-HR sendiri nampaknya akan segera masuk ke pasar ASEAN, termasuk Indonesia. Sejumlah bukti menguatkan itu. Paling terakhir, penantang Honda HR-V ini terpantau sedang melakukan uji jalan di salah satu kota di Thailand.

Tag Terkait