Apa Bagusnya Suspensi Upside Down untuk Sepeda Motor?

Oleh Gesit Prayogi pada 02 Des 2016, 19:30 WIB
Diperbarui 02 Des 2016, 19:30 WIB
Suspensi upside down (USD)
Perbesar
Suspensi upside down (Foto: Ohlins)

Liputan6.com, Jakarta - Seiring waktu, teknologi suspensi pada motor terus berkembang. Bila sebelumnya kita hanya mengendal suspensi teleskopik konvensional pada roda depan, kini ada jenis lain yang dikenal dengan nama upside down (USD). Apa kelebihannya? 

Suspensi jenis ini, inner tube (pipa kecil) berada di bawah, sementara outer tube (pipa besarnya) di atas. 



Sejumlah orang berpikiran shockbreaker upside down hanya sekadar membalik pemasangan shockbreaker teleskopik biasa. Nyatanya, bentuk selongsong telah dirancang sedemikan rupa dengan dudukan as berikut kaliper telah menyatu di bagian inner tube.

Dikatakan, shockbreaker upside down memiliki kemampuan redam dan tingkat kekakuan yang lebih baik sehingga lebih stabil.


Fungsi

"Penggunaan shockbreaker USD tujuannya adalah lebih ke arah stabilitas berkendara," kata Mohammad Masykur Asisten GM Pemasaran PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu. 

Nah, posisi tabung yang lebih besar di atas memungkinkan suspensi meredam getaran lebih baik dibandingkan teleskopi konvensional. Tapi, upside down ini memiliki kelemahan, di mana bantingannya terasa lebih keras.

Di samping itu, shockbreaker upside down dipasarkan dengan harga yang lebih mahal pastinya. Shockbreaker Yamaha Xabre misalnya, dibanderol Rp 15 juta.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya