Soal Girboks Kijang Innova Bermasalah, Pabrikan Turut Komentar

Oleh Gesit Prayogi pada 19 Okt 2016, 10:02 WIB
Diperbarui 19 Okt 2016, 10:02 WIB
20151117-Mengintip Proses Perakitan All New Kijang Innova di Pabrik Toyota TMMIN-Karawang
Perbesar
Foto yang diambil pada 16 November 2015 memperlihatkan pekerja mengendarai mobil All News Kijang Innova di Pabrik TMMIN Karawang. Mobil baru tersebut akan memberi warna baru pada perkembangan pasar MPV dalam negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Redaksi otomotif Liputan6.com menerima laporan dari seorang pengguna all new Kijang Innova model 2016. Melalui surat elektronik, ia mengeluhkan MPV bertransmisi manual memiliki gejala sulit masuk ketika perpindahan gigi dari 1 ke 2 pada putaran 3.000 rpm.

Ia menulis "Terasa susah masuk seperti ada yang mangganjal dan disertai bunyi krek yang cukup keras. Sudah setel kopling dan ganti oli transmisi di bengkel resmi masih tetap ada penyakitnya."

Liputan6.com sebenarnya telah mengonfirmasi soal isu ini ke pihak PT Toyota Astra Motor (TAM), yang bertugas memasarkan all new Kijang Innova. Rouli Sijabat, PR Manager PT TAM, kala itu menampung seluruh keluhan dan langsung melakukan penyelidikan.

Sementara itu, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) selaku `rahim` all new Kijang Innova melalui Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono tak bisa bicara detil soal langkah mereka untuk menjawab persoalan ini.

"Basic thingking kami adalah quality for our costumer jadi ada beberapa hal. Kami menempatkan itu berdasarkan improve development activity. Secara umum, Toyota akan terus berusaha dengan tangan terbuka untuk memperbaiki semua keluhan maupun feedback dari customer," kata dia saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (18/10) malam.

Saat ini, TMMIN memang tak bisa bergerak sendiri untuk menjawab keluhan ini. Mereka harus berkordinasi dengan TAM. "Nanti ada penjelasan yang lebih tepat lagi," imbuh dia.

Sebagaimana diketahui, masalah ini tak hanya dikeluhkan pengguna all new Kijang Innova di dalam negeri. Bahkan isu serupa juga terjadi di Filipina, yang unitnya diproduksi di Indonesia.

"Ya kami ekspor ke Asia. Paling besar Asia," ucap Warih.