Rem Tromol Lebih Baik Saat Hujan?

Oleh Rio Apinino pada 31 Agu 2016, 18:54 WIB
Diperbarui 31 Agu 2016, 18:54 WIB
Rem Motor Tromol
Perbesar
Rem motor tromol (Rio Apinino/Liputan6)

Liputan6.com, Depok - Ada dua jenis rem yang umumnya digunakan pada sepeda motor, tromol dan cakram. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing.

Rem cakram, mekanisme menjepitnya lebih mudah. Sistem rem ini membuat motor berhenti di saat yang tepat dan dalam jarak yang dekat. Sementara rem tromol lebih lemah dan perlu jarak yang lebih jauh agar motor benar-benar berhenti. Karena hal itu pula saat ini rem cakram lebih diminati, meski harganya lebih mahal.

Rem cakram juga lebih tahan lama dibanding rem tromol. Pasalnya, mekanisme rem cakram yang `terbuka` membuat suhu panas yang ditimbulkan dari gaya gesek lebih mudah dilepaskan, ketimbang rem tromol dengan mekanisme tertutup.

Meski demikian, mekanisme tertutup tersebut juga punya keunggulan tersendiri, terutama saat musim hujan. Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini hujan semakin sering turun, terutama di Jakarta.

"Kalau saat hujan seperti sekarang, rem tromol sebetulnya lebih efisien," ujar Zainul Furqon, pemilik bengkel Banewmas Motor yang terletak di Depok, Jawa Barat, kepada Liputan6.com, Rabu (31/8/2016).

Ia menjelaskan, rem tromol lebih efisien saat hujan bukan semata karena komponennya terlindung dari air, tapi lebih ke faktor kotoran yang mungkin menempel. Rem tromol dapat bekerja sama baiknya baik ketika hujan atau panas.

"Kalau saat hujan 'kan kotoran lebih mudah nempel di rem cakram. Kalau sudah nempel, daya cengkeramnya berkurang," tambah pria yang akrab disapa Inul ini.

Meski demikian, Inul mengatakan bukan berarti rem tromol selalu lebih baik saat hujan. Pasalnya, sedari awal rem cakram punya kinerja lebih baik dibanding tromol, sebab rem cakram punya gaya pengereman lebih besar. Apalagi daya pengereman juga tergantung dari seberapa besar tekanan yang diberikan pada tuas.