Honda: Kami Tak 100 Persen Mengekor

Oleh Septian Pamungkas pada 18 Feb 2016, 20:27 WIB
Diperbarui 18 Feb 2016, 20:27 WIB
20150805- Atraksi CBR 150 dan New Sonic 150-Jakarta

Liputan6.com, Sentul - PT Astra Honda Motor (AHM) saat ini menguasai 68,7 persen pasar roda dua nasional atau tumbuh 4,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Sukses menjual 4.453.888 unit tak membuat AHM puas.

Salah satu upaya yang dilancarkan untuk mendongkrak penjualan adalah dengan menambah lini produk. Namun banyak yang mengaitkan, penambahan produk itu lantaran Honda "panas" melihat kompetitor yang tidak lain adalah Yamaha sebagai pesaing terdekatnya.

Di segmen sport 150 cc, Yamaha tak tertandingi. V-Ixion menjadi model paling laris ketimbang model yang dimiliki Honda. Sebagai penanding, Honda menghadirkan CB150R StreetFire dan Verza 150 yang merangsek ke segmen entry level untuk mengimbangi V-Ixion.

Yamaha mencoba peruntungan dengan melahirkan YZF-R15 untuk melawan CBR150R yang saat itu masih didatangkan secara utuh dari Thailand. Hasilnya positif, penjualan R15 melejit ketimbang CBR150R yang waktu itu harganya selangit.

Sebagai perlawanan, AHM melokalisasi CBR150R di pabrik Pegangsaan, Jakarta Utara. Terbukti, diproduksi di dalam negeri banderolnya langsung menyusut dan bersaing ketat dengan R15 yang bermain di kisaran Rp 30 jutaan.

Melihat potensi besar di kelas "ayam jago" yang dikuasai Suzuki Satria F150, Honda merespons dengan menghadirkan new Sonic 150R. Informasi yang beredar di dunia maya, Honda saat ini tengah menggodok bebek 150 cc untuk head to head dengan Jupiter MX.

Mengenai kesan mengekor, AHM langsung memberikan komentar. "Sebenarnya kalau ngomong seperti itu ya nggak 100 persen benar seperti itu. Kami tidak berusaha misalkan mengikuti kompetitor itu semua adalah masalah timing, prioritas," ujar Margono Tanuwijaya Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) di Sirkuit Sentul Karting, Jawa Barat, Kamis (18/2/2016).

Hadirnya produk-produk untuk melawan kompetitor disebutkan Margono karena permintaan konsumen bukan untuk menguasai setiap segmen yang ada di pasar roda dua nasional.

"Menurut kami karena ada customer-nya maka kami buat. Bukan untuk kuasai semua. Honda itu, kalau ada costumer yang butuh kami kasih produknya."

Menurutnya justru kompetitor yang mengekor model-model yang dimiliki Honda. "Kalau ngomong seperti itu sama saja, NMax ikutin PCX, Fino ngekor Scoopy," imbuhnya. Kalau Satria? "Itu Sonic yang lama," katanya.