Resiko Mudik Pakai Sepeda Motor

Oleh Yongki Sanjaya pada 06 Jul 2015, 12:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2015, 12:00 WIB
Jelang Malam Takbiran, Pemudik  Motor Menyemut di Karawang
Perbesar
Seorang pemudik terlihat meregangkan tangannya ditengah-tengah kepadatan arus mudik di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (26/7/2014) (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Mudik dengan sepeda motor sangat menguras energi. Jarak tempuh yang panjang dengan kondisi lalu lintas yang tidak dapat diprediksi menuntut kepada para pemudik memiliki daya tahan dan konsentrasi yang prima.

Ketika perjalanan jauh, pendiri Rifat Drive Labs (RDL) Rifat Sungkar, menjelaskan, suplai oksigen ke tubuh mengalami gangguan. 

"Pemotor harus selalu menarik nafas di setiap keadaan lalu lintas. Tingkat oksigen akan terganggu ketika kemacetan lalu lintas," beber Rifat yang ditulis Senin (6/7/2015).

Kondisi ini akan membuat kondisi fisik dan pikiran terkuras sehingga membuat pengendara akan mengalami backpain. "Backpain adalah penyakit yang paling menyakitkan di dunia. Jadi, kunci dari semuanya baik mobil atau motor adalah time management yang benar," ungkapya.

Atas dasar itu, pembalap ini menyarankan agar para pemudik sepeda motor memperhatikan time management. Tidak terburu-buru di jalan. "Kalau di-press waktunya, semua rencana akan rusak," tambahnya.

Yang tak kalah penting, lanjut Rifat, adalah komitmen diri sepanjang perjalanan. Karena pemudik sudah punya SIM dan dewasa dari aspek umur, ia yakin bahwa pemudik pasti memperhatikan time management. 

"Punya SIM artinya mereka dewasa dan orang yang sudah dewasa bisa bertanggung jawab atas waktu dan dirinya," tandasnya.

(ysp/gst)