Program Petani Swadaya Musim Mas Buka Akses untuk Petani ke Pasar Global

Oleh Liputan6.com pada 22 Sep 2022, 01:03 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 01:15 WIB
Program Petani Swadaya Musim Mas Buka Akses untuk Petani ke Pasar Global
Perbesar
(Ki-Ka) Manager of Independent Smallholder Musim Mas Group Rudman Simanjutak, Director of Sustainibility Olivier Tichit, RSPO’s Acting Head of Smallholder Programme Guntur Cahyo Prabowo dan Ketua Pekebunan Swadaya Kelapa Sawit Labuhanbatu Sumatera Utara Syahrianto berbincang di sela konfrensi pers Program “Training for Smallholders” Musim Mas Berdayakan Petani Swadaya, Wujudkan Kelapa Sawit Bekelanjutan di Jakarta (21/09/2022)

Liputan6.com, Jakarta Musim Mas, salah satu perusahaan kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia, dan mengumumkan bahwa gabungan petani swadaya peserta program pelatihan petaninya telah berhasil menjual minyak sawit berkelanjutan bersertifikasi RSPO kepada pembeli internasional melalui platform perdagangan RSPO.

Sebanyak 2.295 petani swadaya anggota asosiasi petani di Provinsi Sumatera Utara (Rantauprapat), dan Provinsi Riau (Pelalawan, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu), berhasil meraup hampir Rp 11 miliar dari transaksi tersebut. Bila digabungkan dengan penjualan pada tahun 2020 dan 2021, maka keempat asosiasi ini telah membukukan sebanyak Rp 18,7 miliar.

Asosiasi-asosiasi ini merupakan bagian dari program Training for Smallholders dan sertifikasi RSPO yang dimulai lima tahun yang lalu sebagai bagian dari Indonesian Palm Oil Development for Smallholders (IPODS). Musim Mas mengembangkan IPODS bersama International Finance Corporation (IFC) sebagai upaya mendorong dan memberdayakan petani kelapa sawit swadaya mendapatkan sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang diakui secara global.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Program Petani Swadaya Musim Mas Buka Akses untuk Petani ke Pasar Global
Perbesar
RSPO’s Acting Head of Smallholder Programme, Guntur Cahyo Prabowo (tengah), Manager of Independent Smallholder Musim Mas Group, Rudman Simanjutak (kiri) dan Ketua Pekebunan Swadaya Kelapa Sawit Labuhanbatu Sumatera Utara, Syahrianto (kanan) saat konfrensi pers Program “Training for Smallholders” Musim Mas Berdayakan Petani Swadaya, Wujudkan Kelapa Sawit Bekelanjutan di Jakarta (21/09/2022)

“Mendapatkan sertifikasi RSPO merupakan pencapaian penting bagi petani swadaya karena ini akan membuka lebih banyak pintu bagi mereka untuk menjual minyak sawit kepada pembeli global yang membutuhkan kelapa sawit berkelanjutan,” kata Rudman Simanjuntak, Manager of Independent Smallholder Musim Mas.

Petani swadaya mengelola 41% dari total perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Mereka memainkan peran penting dalam produksi kelapa sawit untuk pasar domestik dan internasional. Mereka juga memegang kunci bagi peningkatan jumlah minyak sawit yang memenuhi standar keberlanjutan (RSPO dan ISPO). Namun, petani swadaya terkendala oleh kurangnya pengetahuan teknis dan akses terhadap bibit sawit yang berkualitas serta pembiayaan yang terbatas. Petani swadaya bergantung pada teman dan tetangga yang kebanyakan juga tidak mendapatkan pelatihan pertanian yang cukup. 

Musim Mas melibatkan petani swadaya secara langsung dan memberikan pelatihan agronomis, akses terhadap bantuan finansial dan pasar global,serta pelajaran tentang persyaratan hukum . Pelatihan ini menggunakan kurikulum komprehensif yang mencerminkan Prinsip & Kriteria (P&C) dari RSPO untuk membantu petani memperkecil kesenjangan antara kebiasaan bertani mereka dengan standar praktik yang menjadi syarat sertifikasi RSPO. Petani yang bersertifikat RSPO memiliki akses ke rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan dan pasar premium secara global.

Program Petani Swadaya Musim Mas Buka Akses untuk Petani ke Pasar Global
Perbesar
RSPO’s Acting Head of Smallholder Programme, Guntur Cahyo Prabowo (kiri) foto bersama dengan Gabungan Pekebunan Swadaya Kelapa Sawit Swadaya Binaan Musim Mas Group usai menerima hasil transaski kredit RSPO senilai 10,977 Miliar Rupiah di sela konfrensi pers Program “Training for Smallholders” Musim Mas Berdayakan Petani Swadaya, Wujudkan Kelapa Sawit Bekelanjutan di Jakarta (21/09/2022)

“Mencoba mengubah industri adalah sebuah proses — model rantai pasokan dari kredit RSPO adalah titik masuk penting bagi petani swadaya untuk mendapatkan sertifikat berkelanjutan,” kata Guntur Cahyo Prabowo, Acting Head of Smallholders RSPO Indonesia. “Dalam jangka panjang, upaya mereka akan membantu mengubah pasar menjadi industri yang lebih adil secara sosial dan ramah lingkungan. Premi yang diterima petani bukan hanya sebuah peluang bisnis yang layak tetapi juga penghargaan atas kontribusi mereka terhadap transformasi pasar.”

Dengan memperoleh sertifikasi RSPO, petani swadaya memenuhi syarat untuk bergabung dengan platform perdagangan PalmTrace RSPO. Menjual di platform memungkinkan petani swadaya mendapatkan premium dari produksi kelapa sawit bersertifikat mereka. Karena produk yang diperdagangkan di PalmTrace sudah tersertifikasi sebagai kelapa sawit berkelanjutan, banyak perusahaan besar global menggunakan platform RSPO ini sebagai sumber pasokan. Transaksi terakhir oleh empat asosiasi petani ini melibatkan perusahaan global sebagai pembeli, yaitu Unilever, Nestlé, ACT Commodities, dan Waitrose Ltd.

“Pembelian kredit RSPO sangat penting untuk mendorong produksi minyak sawit berkelanjutan bersertifikat dan memastikan rantai pasokan yang berkelanjutan,” kata Rudman Simanjuntak, Manager of Independent Smallholders Musim Mas. “Seiring makin besarnya program kami, kami bertekad membantu lebih banyak petani swadaya menikmati keuntungan dari sertifikasi”.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya