Gandeng Anak Muda Ciptakan Konten Positif Lewat Pelatihan dan Kompetisi Film Pendek

Oleh Liputan6.com pada 06 Sep 2022, 00:01 WIB
Diperbarui 06 Sep 2022, 00:21 WIB
Gandeng Anak Muda Ciptakan Konten Positif Lewat Pelatihan dan Kompetisi Film Pendek
Perbesar
(Ki-Ka) Director & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Kebudayaan, Kementerian Parekraf, Fadjar Hutomo dan Direktur CGV, Haryani Suwirman berbincang disela peluncuran Program SOS “Save Our Socmed” di Jakarta (5/9/2022). (Liputan6.com/HO)

Liputan6.com, Jakarta Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama CGV meresmikan program literasi digital Save Our Socmed (S.O.S) melalui kompetisi film pendek. Program ini ditujukan untuk pelajar, mahasiswa, dan umum dengan total hadiah Rp100 juta. S.O.S. disertai dengan pelatihan pembuatan film gratis di bioskop-bioskop CGV di 10 kota Indonesia bagi para pendaftar. Acara dengan tema “Waspada Flex Culture, Stay Humble!” ini diinisiasi menanggapi fenomena flexing, di mana banyak anak-anak Gen-Z makin kerap memamerkan kekayaan dan menyombongkan diri di media sosial yang memberi dampak negatif.

Lewat S.O.S, IOH berharap bisa menginspirasi anak muda Indonesia agar menggunakan internet untuk hal-hal produktif, kreatif, dan positif. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia.  Peresmian program literasi digital S.O.S turut mengundang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta melibatkan berbagai universitas dan komunitas.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Gandeng Anak Muda Ciptakan Konten Positif Lewat Pelatihan dan Kompetisi Film Pendek
Perbesar
(Ki-Ka) Director & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, Pamong Budaya Bidang Perfilman Kemendikbudristek RI, Marlina Yulianty, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Kebudayaan, Kementerian Parekraf, Fadjar Hutomo, Produser Maxima Picture, Ody Mulya Hidayat, Direktur CGV, Haryani Suwirman dan SVP-Head of Corporate Communications IOH, Steve Saerang berbincang disela peluncuran Program SOS “Save Our Socmed” di Jakarta (5/9/2022). (Liputan6.com/HO)

Director & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah mengatakan, “Lewat program ini, kami ingin memberikan keterampilan digital dan mengajak anak muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana  meningkatkan kreativitas dengan membuat konten positif. Sehingga, anak muda yang jadi pengguna terbesar internet bisa memamerkan kreativitas mereka alih-alih terbawa flex culture.”

Gandeng Anak Muda Ciptakan Konten Positif Lewat Pelatihan dan Kompetisi Film Pendek
Perbesar
Director & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison (Kiri) saat menjadi pembicara pada peluncuran Program SOS “Save Our Socmed” di Jakarta (5/9/2022). (Liputan6.com/HO)

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dari total 210 juta pengguna internet Indonesia periode 2021–2022, sebanyak 99,16% pengguna ada di kelompok usia 13-18 tahun. Meski pengguna internet di kalangan anak muda sangat besar, namun data Digital Civility Index (DCI) Microsoft menunjukkan terdapat peningkatan konten dan perilaku negatif di media sosial. Berdasarkan survei tersebut, 30% responden menyebut kesopanan di sosial media memburuk selama pandemi, tolong-menolong berkurang 11%, sikap tidak saling mendukung berkurang 8%, rasa kebersamaan juga menurun 11%. Dampaknya, flex culture menjadi kontributor yang menyebabkan lebih dari 19 juta anak-anak Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami depresi (Riskesdas, 2018)

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Fadjar Hutomo, menyampaikan, “Kami berharap lewat pelatihan dan kompetisi film pendek S.O.S ini bisa menjadi media pembelajaran bagi anak muda Indonesia untuk memamerkan kreativitas. Sehingga, media sosial bisa menjadi wadah untuk membuat konten positif.”

Setelah mendaftar dalam kompetisi film, peserta S.O.S akan menerima pelatihan pembuatan film pendek dan edukasi mengenai dampak negatif Flex Culture. Hasil karya mereka lantas dilombakan dan seluruh peserta akan diajak untuk bersama-sama menyaksikan karya-karya yang terpilih. Literasi Digital S.O.S dilaksanakan untuk meneruskan kesuksesan S.O.S pada tahun 2021 lalu. Lewat kegiatan CSR pilar pendidikan digital ini, IOH membuat kompetisi dan webinar terkait cyber bullying, hoaks, dan kekerasan berbasis gender online (KBGO). Hasil seluruh karya dari peserta kompetisi tersebut berhasil disaksikan oleh 2,3 juta penonton.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya