Gerakan Kurangi Sampah Plastik Dukung Ekonomi Hijau

Oleh Liputan6.com pada 13 Agu 2022, 06:13 WIB
Diperbarui 13 Agu 2022, 06:25 WIB
Bank Syariah Indonesia Kampanyekan Gerakan Kurangi Sampah Plastik
Perbesar
Peserta Mandiri Jogja Marathon 2022 dan pengunjung antre menukarkan botol plastik dengan saldo tabungan BSI melalui Reverse Vending Machine sampah plastik di Ambarukmo, Yogyakarta. (Liputan6.com/HO)

Liputan6.com, Jakarta PT. Bank Syariah Indonesia mengedukasi masyarakat mengurangi sampah plastik guna mendukung ekonomi hijau di Indonesia sekaligus meningkatkan kepedulian publik terhadap lingkungan dengan menempatkan Reverse Vending Machine (RVM) dan Mini Collection Point (MCP) Plasticpay di area publik.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bank Syariah Indonesia Kampanyekan Gerakan Kurangi Sampah Plastik
Perbesar
Peserta Mandiri Jogja Marathon 2022 dan pengunjung antre menukarkan botol plastik dengan saldo tabungan BSI melalui Vending Machine sampah plastik di Ambarukmo, Yogyakarta. (Liputan6.com/HO)

Program Small Movement for Green Economy berkolaborasi dengan Plasticpay, dalam rangka memperingati Hari Tanpa Kantong Plastik Internasional yang telah diluncurkan tahun lalu untuk mengedukasi masyarakat agar aware terhadap sampah plastik dan mulai memilah dan mengolah dengan baik menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi lewat platform digital. 

Cukup dengan menukar plastik, scan barcode, masyarakat memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan merchandise dari BSI dan Plasticpay Indonesia, di mana 1 poin senilai sama dengan Rp 1. Untuk 1 botol ukuran 600 ml setara dengan 56 poin atau Rp56, untuk 1 kg setara 2968 poin atau senilai Rp3.000,-.

Bank Syariah Indonesia Kampanyekan Gerakan Kurangi Sampah Plastik
Perbesar
Petugas menjelaskan kepada pengunjung mengenai Gerakan kurangi sampah plastik dengan menggunakan Reverse Vending Machine (RVM) dan Mini Collection Point (MCP) Plasticpay di Ambarukmo, Yogyakarta. (Liputan6.com/HO)

Berdasarkan studi National Plastic Action Partnership tahun 2020, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar urutan ke-2 di dunia, dengan volume sampah plastik sebesar 6,8 juta ton per tahun.

Selain itu juga, data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyebutkan bahwa sebanyak 72% masyarakat Indonesia masih tidak peduli akan pengelolaan sampah plastik yang dihasilkan. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya