Gojek Kenalkan Fitur Lapor Darurat Pelecehan Seksual

Oleh Liputan6.com pada 04 Agu 2022, 19:45 WIB
Diperbarui 04 Agu 2022, 20:51 WIB
Gojek, Mengurai Keterbatasan Tanpa Batas
Perbesar
Driver Gojek yang mobile di Kota Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Jakarta Bagi mitra pengemudi maupun pelanggan Gojek bisa memanfaatkan fitur tombol darurat yang ada dalam aplikasi Gojek ketika mendapatkan tindakan pelecehan seksual.

Korban juga bisa melaporkan melalui call center Gojek jika mendapatkan perlakuan mengarah pada tindak pelecehan ketika menggunakan jasa Gojek.

"Saya imbau buat mitra dan pelanggan untuk menggunakan tombol darurat atau menghubungi call center kalau ada pelanggaran yang membuat ketidaknyamanan (karena pelecehan seksual). Ini bisa dipakai buat pelanggan dan mitra," kata Senior Vice President Corporate Affairs Gojek, Rubi W. Purnomo pada webinar Dukungan Ekosistem Digital dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Jakarta, Kamis (4/8).

Rubi menuturkan perlindungan dan keamanan menjadi perhatian penting dalam ekosistem Gojek. Pihaknya akan menindaklanjuti berbagai laporan atau aduan terkait dugaan tindak pelecehan seksual.

"Baik yang dialami mitra atau pelanggan kami akan ambil langkah-langkah," kata dia.

Pihaknya akan memberikan pendampingan yang berupa kesehatan fisik maupun psikis sampai korban pulih. Sementara untuk pelaku, Gojek tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas.

"Ke korban kami Gojek akan memberikan perawatan fisik maupun psikis kalau diperlukan dan terduga pelaku akan kami tindak," katanya.

Sebagai langkah preventif, para mitra pengemudi telah diberikan edukasi melalui pelatihan khusus. Mereka juga diberikan modul yang bisa dipelajari agar terhindar dari pelecehan seksual.

"Kita ingin menciptakan budaya yang aman dan nyaman di ruang publik," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Wagub DKI Jakarta: Kalau ada Pelecehan Seksual di Angkot, Segera Lapor Polisi

Rencana Pengaturan Tempat Duduk di Dalam Angkot
Perbesar
Sejumlah angkutan umum (Angkot) menunggu penumpang di Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (12/7/2022). Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan rencana kebijakan pengaturan tempat duduk seluruh angkutan umum (Angkot) wajib memisahkan antara penumpang wanita dan pria yang akan diterapkan pada minggu ini. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan akan mengevaluasi keamanan dan kenyamanan transportasi publik. Pernyataan ini sebagai respons atas dugaan pelecahan seksual yang diterima seorang penumpang angkotan kota (angkot) menuju Kuningan, Jakarta Selatan.

"Pemprov akan melakukan evaluasi, mengambil langkah-langkah lebih baik lagi agar peristiwa ini tidak terjadi lagi," ucap Riza di Balai Kota Jakarta Kamis (7/7/2022).

Riza menyampaikan prihatin atas kejadian yang menimpa terduga korban pelecehan tersebut. Meski begitu, ia mendukung sikap korban dengan berani menyampaikan kondisi tak menyenangkan. Menurutnya, hal ini menjadi pembelajaran bagi seluruh warga Jakarta agar tetap waspada terhadap pelecahan seksual dalam bentuk apa pun.

Selain itu, meski mengalami kejadian tidak menyenangkan, Riza berharap para terduga korban pelecahan juga dapat berani melapor ke polisi.

"Kalau ada pelecehan seperti itu segera laporkan kepada sopir angkot, angkot berhenti, kemudian laporkan kepada kepolisian supaya nanti ditindaklanjut," pungkasnya.

Kejadian dugaan pelecehan seksual di angkot viral di media sosial, Rabu (6/7/2022). Diduga terjadi pelecehan seksual menimpa AF.

Pada Senin (4/7) AF naik angkot 44 dari Stasiun Tebet menuju Kuningan. Di tengah perjalanan, seorang pria yang diduga pelaku, meraba dada AF. Saat itu, AF disebut telah meminta tolong terhadap supir namun tak ada respons berarti.


Tak Ada yang Menolong

Rencana Pengaturan Tempat Duduk di Dalam Angkot
Perbesar
Sejumlah angkutan umum (Angkot) menunggu penumpang di Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (12/7/2022). Rencana kebijakan pengaturan tempat duduk seluruh angkutan umum (Angkot) untuk mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual di angkutan umum. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

AF berupaya pindah posisi duduk karena semakin merasa tidak nyaman usai mendapatkan perlakuan dugaan pelecehan.

"Adik kami pun langsung menepis dan inisiatif pindah ke bangku lain serta mereflek memvideokan, AF sudah berteriak dan menangis namun tidak ada penumpang ataupun supir yang membantu sampai akhirnya AF turun," demikian keterangan netizen.

"Ketika turun pun tidak ada satu orang yang inisiatif menanyakan ataupun menolong. Untuk saat ini kami pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ke Polres Jakarta Selatan."

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya