Semen Indonesia dan Yayasan Astra Sepakat Dongkrak Pasar UMKM

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 08 Jul 2022, 20:18 WIB
Diperbarui 08 Jul 2022, 22:18 WIB
Ilustrasi semen indonesia (4)
Perbesar
Ilustrasi semen indonesia (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjalin kerjasama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk membina dan memfasilitasi pemasaran UMKM.

Kerjasama ini meliputi pemberian pelatihan dan pendampingan kepada UMKM binaan YDBA agar mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan standar quality, cost, delivery (QCD).

Selain itu, juga memberikan kesempatan UMKM menjadi rantai pasok perusahaan. Dalam hal ini SIG akan membeli produk UMKM Binaan YDBA berupa sparepart guna mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

Direktur Utama Semen Indonesia Donny Arsal mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah, terutama dalam mewujudkan kontribusi BUMN untuk Indonesia. Salah satunya yaitu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, yang diwujudkan melalui program percepatan P3DN.

"Kolaborasi dengan YDBA kali ini merupakan salah satu bukti keseriusan SIG dalam melaksanaan inisiatif strategis terkait keberpihakan terhadap UMKM dan TKDN untuk substitusi kebutuhan impor, khususnya rantai pasok suku cadang (sparepart)," kata Donny, Jumat (8/7/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Terus Kolabirasi

FOTO: Mengunjungi Pameran Produk UMKM dalam Program Bangga Buatan Indonesia
Perbesar
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Sektor UMKM mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dan menopang pertumbuhan ekonomi di masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Lebih lanjut, ia menyampaikan, YDBA sebagai salah satu Yayasan Astra yang fokus membina UMKM sejak 1980 akan menjembatani SIG untuk dapat menjadi ayah angkat bagi para pelaku UMKM yang telah terverifikasi kualitas produk dan kredibilitas kinerjanya.

Nantinya, UMKM-UMKM binaan ini akan dapat memproduksi sekaligus memasok produknya sesuai dengan kebutuhan operasional SIG.

Sementara Ketua Pengurus YDBA Sigit P Kumala menyampaikan, sejalan dengan semangat pihaknya di 2022, YDBA terus berupaya berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung UMKM naik kelas.

"Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi pelopor bagi BUMN lainnya untuk melibatkan UMKM sebagai bagian dari rantai pasoknya," ujar dia.


Pemerintah Target 30 Juta UMKM Go Digital di Akhir Masa Jabatan Jokowi

FOTO: Mengunjungi Pameran Produk UMKM dalam Program Bangga Buatan Indonesia
Perbesar
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, pemerintah berharap akan ada 30 juta UMKM yang beralih secara digital saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) habis masa tugasnya pada 2024 mendatang.

"Kita sama-sama tahu, UMKM kita banyak jumlahnya, 65,4 juta. Saat ini 19 jutanya sudah digital onboard," kata Menkominfo Johnny dalam rangkaian acara B20 yang diinisiasi oleh Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

"Kita berharap di akhir kabinet maju, 30 juta UMKM Indonesia sudah digital onboard," imbuh dia.

UMKM sendiri disebutnya memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, dimana 60 persen GDP Indonesia disumbangkan pelaku usaha kecil menengah.

"Sehingga perlu kita berikan dukungan yang kuat, agar UMKM kita bisa terhubung dengan marketplace. Lalu produk-produk karya UMKM kita bisa dikonsumsi oleh Indonesia sendiri," ungkapnya.

Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah afirmatif melalui belanja APBN, dan BUMN yang totalnya sekitar Rp 1.500 triliun.

"Saya juga berharap dan menghimbau, sektor private Indonesia juga mengambil perannya untuk mengutamakan produk-produk karya UMKM Indonesia," pungkas Menkominfo.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Gurihnya Rezeki Ketam Isi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya