Pupuk Indonesia Pasok Ketersediaan Darah di PMI DKI Jakarta

Oleh Liputan6.com pada 06 Jul 2022, 22:47 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 23:16 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Rabu (6/7/2022)
Perbesar
PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Rabu (6/7/2022)

Liputan6.com, Jakarta PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Kegiatan ini diikuti sebanyak 87 peserta yang seluruhnya adalah insan Pupuk Indonesia.

SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang digelar oleh perusahaan setiap tiga bulan sekali. Tujuannya adalah untuk mendukung ketersediaan stok darah, terutama untuk Provinsi DKI Jakarta.

“Kami rutin bekerjasama dengan PMI DKI Jakarta, melakukan donor guna mendukung ketersediaan stok darah yang sangat dibutuhkan oleh pasien-pasien yang rutin melakukan transfusi darah,” jelas Wijaya.

Selain dapat membantu kepada sesama, kegiatan donor darah juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Diantaranya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, menurunkan risiko kanker, dapat mendeteksi penyakin serius, meningkatkan produksi sel darah merah, dan sebagainya.

Oleh karena itu, donor darah ini juga menjadi bagian dari program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di lingkungan Pupuk Indonesia. Dimana perusahaan menaruh perhatian tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan karyawan. Karena jika insan Pupuk Indonesia sehat, maka perusahaan dapat meningkatkan kinerja sesuai yang ditargetkan oleh manajemen dan pemegang saham.

Terakhir, Wijaya berharap agar kegiatan donor darah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, serta membantu PMI DKI Jakarta dalam menjaga ketersediaan stok darah. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya tuntas, kesehatan menjadi hal yang sangat penting dan diutamakan bagi pribadi, perusahaan, dan negara.

“Semoga kegiatan donor darah ini bermanfaat bagi masyarakat yang mebutuhkan darah, dan bagi pendonor semoga senantiasa diberikan kesehatan selalu,” tutup Wijaya.


Pupuk Indonesia Terus Tingkatkan Ketersediaan Pupuk Subsidi

Pupuk Indonesia mengapresiasi Polda Jatim yang berhasil mengungkap penyelewengan pupuk bersubsidi. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Pupuk Indonesia mengapresiasi Polda Jatim yang berhasil mengungkap penyelewengan pupuk bersubsidi. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus menyiapkan ketersediaan pupuk subsidi guna memenuhi penyaluran sesuai alokasi yang ditentukan pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana.

Wijaya mengatakan bahwa penyediaan ketersediaan pupuk subsidi hingga level kios terlihat dari jumlah stok pupuk subsidi di lini III yaitu sampai level distributor yang mencapai 438.624 ton per tanggal 23 Juni 2022.

“Pupuk Indonesia terus menyiapkan ketersediaan pupuk subsidi di lapangan, terutama di lini 3 sehingga dapat cepat disalurkan saat dibutuhkan. Seperti contoh, bisa dilihat dari stok Urea dan NPK yang masing-masing 164 persen dan 211 persen dari ketentuan minimum di lini 3,” demikian ungkap Wijaya, Sabtu (25/6/2022).

Adapun stok pupuk subsidi di lini III yang mencapai 438.624 ton ini terdiri dari pupuk jenis urea sebanyak 224.906 ton, pupuk NPK sebanyak 186.941 ton, pupuk SP-36 sebanyak 2.393 ton, pupuk ZA sebanyak 2.398 ton, dan pupuk organik sebanyak 21.986 ton.

Wijaya mengatakan bahwa seluruh stok pupuk subsidi yang berada di distributor ini disalurkan hingga ke level kios sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai aturan turunan dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 41 Tahun 2021 yang mengatur alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022.

"Sebagai produsen kami menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah," kata Wijaya.


Aturan Kementan

Stok Pupuk Non Subsidi
Perbesar
Stok Pupuk Non Subsidi (dok: Pupuk Indonesia)

Untuk mendapatkan pupuk subsidi, Wijaya juga menyebutkan bahwa petani wajib mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Ketentuan tersebut adalah, wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk selanjutnya di input pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) oleh petugas penyuluh pertanian setempat.

Pupuk Indonesia mengimbau kepada seluruh distributor dan pemilik kios resmi untuk senantiasa mengikuti ketentuan pemerintah dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. Pupuk Indonesia tidak akan segan untuk menindak tegas distributor dan pemilik kios resmi yang kedapatan melakukan pelanggaran.

Selain berkoordinasi dengan KP3, Pupuk Indonesia juga terus memperkuat proses pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi. Mulai dari pabrik (Lini I), gudang tingkat provinsi (Lini II), gudang tingkat kabupaten (Lini III), hingga ke kios-kios resmi di tingkat kios (Lini IV).

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya