Dipuji Mampu Tangani Covid-19, Menko Luhut: Indonesia Sakti dan Kompak

Oleh Tira Santia pada 19 Jan 2022, 12:42 WIB
Diperbarui 19 Jan 2022, 17:22 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam Peluncuran Gernas BBI 2022, di Jambi, Rabu (19/1/2022).
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam Peluncuran Gernas BBI 2022, di Jambi, Rabu (19/1/2022).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia dinilai sebagai negara yang mampu menjaga ekonomi dan paling baik dalam penanganan pandemi covid-19.

“Jadi ekonomi ini, lihat sekarang kita termasuk ekonomi yang paling baik di dalam mengendalikan keseimbangan dengan covid ini,” kata Menko Luhut dalam Peluncuran Gernas BBI 2022, di Jambi, Rabu (19/1/2022).

Dalam perjalanan menuju Jambi, Luhut sempat berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil soal penilaian Indonesia yang paling baik dalam penanganan pandemi.

Menurut Luhut, penilaian itu diperoleh karena Indonesia kompak dalam berkoordinasi menangani pandemi.

“Tadi kepada Pak Sofyan saya jelaskan di pesawat lama-lama, saya merenung kenapa kita dipuji-puji penanganan covid 19 ini. Saya coba lihat-lihat kenapa sih? ternyata Indonesia itu Sakti, Indonesia itu kerja kompak terkoordinasi dengan baik di harmonisasi dengan baik kita salah satu negara di dunia yang menangani covid-19 paling baik,” jelas Luhut.

Bahkan saat ini kasus Omicron di Indonesia masih landai dibandingkan negara lain. Hal itu bisa terjadi lantaran, masyarakat Indonesia masih relatif disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, dan aktivitas vaksinasi terjaga dengan baik.

“Sekarang kita menghadapi omicron sudah satu setengah bulan kita menghadapi masih landai, udah mulai naik. Tapi saya lihat karena kita relatif masih disiplin dengan vaksin dua kali, booster, kemudian rajin pakai masker, cuci tangan itu sangat membantu,” katanya.

Intinya, tidak perlu saling menyalahkan jika suatu waktu terjadi kenaikan kasus covid-19. Kata Luhut yang terpenting adalah kompak dalam menangani pandemi ini.

 


Permintaan Luhut

Peluncuran Gernas BBI 2022, di Jambi, Rabu (19/1/2022).
Perbesar
Peluncuran Gernas BBI 2022, di Jambi, Rabu (19/1/2022).

Misalnya dalam menyiapkan lapangan kerja, menjaga ekonomi tetap tumbuh positif, gencar kampanye Gerakan Bangga Buatan Indonesia, dan sebagainya.

“Gak usah bertengkar, nggak mungkin Presiden Jokowi atau pemerintah itu membuat rakyatnya menderita. Tetapi pemerintah itu ada kemampuan dan batas kemampuan juga,” ujarnya.

Jika kompak maka isu kesehatan dan ekonomi bisa terjaga baik. Hal itu dibuktikan dengan nilai ekspor Indonesia tahun 2021 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah RI sebesar USD 233 miliar. Begitupun nilai impor Indonesia juga tinggi sebesar USD 193 miliar.

“Ini kerja kita bersama, jadi tidak perlu bertengkar sana-sini karena kita menyiapkan lapangan kerja untuk rakyat kita. UMKM ini kuncinya ke bawah, saya pikir Gernas BBI ini menjadi sangat penting untuk kita lakukan bersama-sama,” pungkas Luhut.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya