Intip Rahasia Orang Paling Sehat dari Berbagai Negara Dunia

Oleh Liputan6.com pada 20 Sep 2021, 18:03 WIB
Diperbarui 20 Sep 2021, 18:03 WIB
Ilustrasi lansia bahagia
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Jepang, Hawaii, dan Norwegia sering mendapatkan penghargaan orang paling sehat di dunia karena memiliki banyak penduduk yang lanjut usia hingga dapat menginjak 100 tahun. 

Banyak pertanyaan yang muncul dari masyarakat secara umum, bagaimana penduduk di negara tersebut mampu hidup selama itu dengan usia yang sudah sangat tua.

Melansir dari CNBC Make It, Senin (20/9/2021), ternyata yang menjadi rahasia mereka hidup sehat adalah kesejahteraan.

Maksudnya, kesejahteraan yang dialami dan dirasakan melebihi kesehatan dari asupan makanan yang dikonsumsi.

Ketika pemeliharaan jiwa begitu dijaga dan dirawat, rasa bahagia dalam menjalani hidup pun akan terasa lebih murah.

Seringkali jika dibandingkan dengan gaya hidup semua orang saat ini, yang mana tingkat stres meningkat, permasalahan dari segala aspek, dan berbagai macam hal lainnya, dapat menjadi pemicu kesehatan tubuh menurun.

Ada tiga rahasia kesehatan dan kebahagiaan yang menarik sehingga perlu Anda ketahui dari orang-orang paling sehat di dunia ini. Yuk, simak ya!

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Norwegia

Ilustrasi Norwegia
Perbesar
Ilustrasi Norwegia (Dok.Unsplash/ Mikita Karasiou)

1. Menghabiskan waktu di luar

Negara Norwegia memiliki filosofi friluftsliv yang memiliki arti kehidupan udara yang bebas. Penganut filosofi ini menggambarkannya sebagai sebuah perasaan keindahan yang mendasar untuk selalu menghabiskan waktu di luar sebanyak mungkin. 

Terlepas dari cuaca hujan yang sering terjadi di setiap tahun karena matahari dapat tidak terbit selama tiga bulan, orang-orang Norwegia selalu menempati peringkat harapan hidup tertinggi dan masih berdedikasi untuk pergi ke luar.

Sebagian besar keluar dengan tujuan untuk meningkatkan suasana hati, menjaga kesehatan mental, dan merawat kesejahteraan emosional mereka. Hal tersebut tentunya berbeda dengan masyarakat lainnya.

Kebanyakan orang tidak dapat menghabiskan banyak waktu di luar akibat tuntutan pekerjaan yang memaksa mereka untuk memberikan fokus dan perhatian penuh pada pekerjaan yang dilakukan dalam ruangan tertutup.

Meskipun tidak baik berada dalam satu ruangan dalam jangka waktu yang lama, hal yang bisa dilakukan adalah mengemudi. Menurut filosofi friluftsliv, aktivitas-aktivitas yang tidak hanya terpaku pada konsentrasi penuh masuk dalam kategori tersebut.

Tidak heran apabila masyarakat Norwegia terbiasa meninggalkan bayinya di luar dengan kereta bayi selama waktu tidur siang agar saat besar nanti terbiasa dengan gaya hidup di luar ruangan.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jepang

Ilustrasi Jepang
Perbesar
Ilustrasi Jepang (Dok.Unsplash)

2. Kebiasaan membuat masakan atau minuman yang rumit

Poin kedua mungkin terdengar aneh bagi Anda yang menyukai makanan praktis dan cepat, seperti fast food. Tidak perlu menunggu waktu lama, makanan akan tersedia dan siap dimakan,

Namun, berbeda dengan masyarakat Jepang yang memperkuat fokus dan latihannya dengan melibatkan diri dalam aktivitas-aktivitas rumit seperti membuat makanan. Bukan hasilnya yang menjadi penilaiannya, melainkan proses pembuatannya.

Harapan hidup di Jepang rata-rata berusia 85 tahun. Kegiatan yang biasa dilakukan kelompok lanjut usia ini adalah melakukan upacara minum teh, ritual koreografi, menyiapkan dan menyajikan teh. 

Proses pelaksanaan aktivitas tersebut membutuhkan fokus yang mendalam sehingga yang mereka pikirkan hanyalah pekerjaan yang sedang dilakukan. Perilaku tersebut berkaitan dengan konsep Buddhis mengenai waktu.

“Banyak orang sering melamun, berpikir bahwa ada sesuatu yang lebih baik di tempat lain selain tempat mereka berada sekarang,” ujar profesor filsafat di Temple University Shigenori Nagatomo.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hawaii

Hawaii
Perbesar
Hawaii, Amerika Serikat (Dok.Unsplash/ Cosmin Serban)

3. Memahami Hidup

Hawaii, menjadi negara yang juga memiliki harapan hidup dengan rata-rata tertinggi. Salah satu penduduk asli Hawaii Greg Solatario mengatakan bahwa untuk menjalani kehidupan yang sehat di dunia ini, Anda harus mengetahui dan memahami kisah Anda.

Maksudnya, ketika kita mengetahui apa yang dilakukan, asal usul kita, di mana tempat kita tinggal, bagaimana alam dan lingkungan di sekitar akan membuat Anda secara tidak langsung terkoneksi setiap hari. Hal tersebut nantinya akan membuat sikap Anda untuk tetap membumi.

Solatario dari generasi ke-50, Greg menjadi bagian keluarga kuno terakhir yang masih tinggal di Lembah Halawa. Tempat yang berlokasi hanya sepetak tanah bersejarah di Molokai. Dahulunya, orang Hawaii asli telah tinggal sejak tahun 650 masehi.

“Nenek moyang Anda adalah pemandu Anda. Ketika Anda tahu dari mana Anda berasal, Anda lebih mampu mengenal diri sendiri sehingga itu menjadi cara terbaik untuk menjadi baik,” papar Greg.

Terlepas dari tiga rahasia yang dipaparkan dari negara-negara dengan penduduk paling sehat di dunia, terdapat berbagai perbedaan kebudayaan dan nilai turun-temurun yang dimiliki oleh setiap negara/wilayah tertentu.

Taraf kebahagiaan memiliki standardnya masing-masing sehingga mungkin jika diterapkan di tempat di mana kita berada sedikit tidak sesuai atau bahkan bertolak belakang dengan ajaran kebudayaan.

Reporter: Caroline Saskia

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya