PMI Gelar Vaksinasi untuk Mempercepat Penanganan Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 11 Jul 2021, 21:53 WIB
Diperbarui 11 Jul 2021, 21:53 WIB
FOTO: PMI Lakukan Penyemprotan Disinfektan Rutin Saat PPKM Darurat
Perbesar
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menggunakan kendaraan Gunners Spraying saat penyemprotan disinfektan di Jakarta, Selasa (6/7/2021). PMI melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Ibu Kota sebagai upaya memutus penyebaran COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Palang Merah Indonesia (PMI) turut menggelar vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Ini sebagai upaya mendukung pemerintah dalam penanggulangan pandemi.

Sentra vaksinasi PMI akan digelar di berbagai daerah berkolaborasi dengan berbagai pihak. "PMI terus membantu pemerintah dan masyarakat mempercepat vaksinasi, agar pandemi Covid-19 segera selesai," ungkap Sekretaris Jenderal PMI Pusat, Sudirman Said di Jakarta, Minggu (11/7/2021).

"Pekan lalu kami memulai memanfaatkan markas PMI Pusat sebagai tempat vaksinasi. Alhamdulillah sambutan masyarakat cukup baik; dan prosesnya berjalan baik dengan menjaga ketat prokes," ungkap dia.

Dikatakan PMI Pusat menjadi pilot project vaksinasi dan akan berlangsung sepuluh hari ke depan. Saat ini sedang dilakukan assessment kapasitas markas-markas lain di Jawa dan Bali untuk melakukan hal yang sama.

Saat ini dikatakan Sudirman Said, program vaksinasi PMI dimulai dengan 1.000 vaksin per hari. Selanjutnya akan ada evaluasi.

"Yang penting sistem terbangun dan tinggal menggandakan sesuai dengan kesiapan sarana dan sumber daya manusia. Peran relawan dan tenaga kesehatan,” jelas dia.

Agar kegiatan vaksin tidak mengganggu kegiatan PMI yang rutin seperti donor darah, Sudirman Said menyatakan sebisa mungkin vaksinasi tidak dilalukan di unit-unit donor darah. 

"Karena UDD sangat sibuk untuk melayani donor darah dan donor plasma. Selain itu juga melayani masyarakat yang membutuhkan darah dan plasma," ungkapnya.

Soal sampai kapan kegiatan vaksin ini berlangsung, Sudirman Said mengatakan pihaknya akan menjalankannya sampai program vaksinasi ini tuntas.

"Kerjasama dengan berbagai pihak terus kita jalin. Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, swasta, dan kelompok masyarakat. Beberapa klub sepak bola menawarkan stadion untuk dijajaki sebagai tempat vaksinasi. Ini juga menarik," beber dia.

Untuk kegiatan vaksinasi di Jakarta, pasokan vaksin didatangkan dari Pemprov DKI Jakarta. Demikian juga nanti untuk kegiatan vaksinasi di daerah, pengadaan vaksin akan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Namun PMI sedang mengupayakan sumbangan vaksin dari negara sahabat melalui jaringan Palang Merah Internasional.

Pihaknya memiliki kriteria khusus bagi markas PMI daerah yang boleh mengadakan vaksin, karena ada tempat yang memadai yang tidak mengharuskan orang berkerumun dan berdesakan. 

Selain itu juga ada relawan dan tenaga kesehatan, dan memiliki sarana dan prasarana pendukung lainnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dukungan Lain

PMI DKI Jakarta Ajak Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen
Perbesar
Petugas mengecek kantong berisi plasma darah dari pasien sembuh COVID-19, di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Rabu (23/6/2021). PMI DKI mengajak para penyintas yang sembuh mendonorkan plasma darah konvalesen untuk membantu pasien COVID-19 yang dalam perawatan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sudirman Said menjelaskan, setelah donor plasma kovalesen, penyemprotan desinfektan dan suntik vaksin, untuk melawan Covid19, PMI akan menggelar kampanye mengajak masyarakat menjaga prokes akan terus dilakukan.

Selain itu, pembagian health kits juga akan terus berjalan.  Saat ini PMI sedang menyiapkan shelter untuk isolasi mandiri di pemukiman yang cukup padat, untuk membantu msayarakat dan mengurangi beban rumah sakit yang memang sudah berat.

Sudirman Said yang juga dikenal sebagai tokoh kemanusiaan menegaskan, selama ini PMI sudah menjalin kerjasama baik bilateral maupun muktilateral dalam penanganan Covid-19.

"Kita saling update perkembangan dan saling belajar. IFRC, ICRC Palang Merah negara sahabat seperti Singapore, Hongkong, New Zealand, Jepang, Australia, Amerika, Turki dan Qatar banyak memberikan suport dalam operasi penanganan Covid-19," ungkapnya.

Sudirman menyebutkan, para personil yang melakukan vaksinasi berasal darigabungan tenaga internalPMI, relawan dan juga wakil dari dinas kesehatan. 

"Semua bahu membahu mepercepat upaya vaksinasi. Demikian pula para  donatur perorangan maupun perusahaan.  Memang tidak ada jalan lain untuk menangani krisis ini kecuali kolaborasi dan memperkuat solidaritas sosial antar warga," sebutnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya