Bukan Cuma Daging, Produk Susu Juga Bisa Mengandung Kolesterol Jahat

Oleh Fitri Syarifah pada 05 Agu 2020, 12:49 WIB
Diperbarui 05 Agu 2020, 12:50 WIB
Ilustrasi susu
Perbesar
Ilustrasi susu. Sumber foto: unsplash.com/Jagoda Kondratiuk.

Liputan6.com, Jakarta Saat kita mendengar kata kolesterol, satu hal yang terbersit di pikiran kita adalah menghindari makanan yang mengandung tinggi kolesterol. Namun, banyak studi penelitian yang menunjukkan bahwa kolesterol lebih rumit daripada itu.

Misalnya, kita tidak harus menghindari semua makanan yang mengandung kolesterol. Itu karena senyawa lemak pada sel tubuh memiliki fungsi penting juga di dalam tubuh, beberapa diantaranya adalah membuat beberapa hormon (estrogen, testosteron dan adrenalin) yang membantu metabolisme tubuh bekerja dengan lebih efisien. Selain itu kolesterol juga penting bagi tubuh untuk memproduksi vitamin D.

Maka dari itu, tidak semua makanan berkolesterol harus kita hindari. Kita lihat saja telur, yang mengandung kolesterol yang cukup tinggi, namun merupakan sumber protein baik yang dapat diserap tubuh. Telur juga mengandung banyak nutrisi, seperti vitamin B, A, dan selenium, antioksidan kuat yang menurunkan risiko mengidap beberapa kanker.

Adapun makanan berkolesterol yang harus Anda hindari adalah yang tinggi kandungan low-density lipoprotein (LDL) atau kita mengenalinya dengan sebutan "kolesterol jahat".

Setiap jenis kolesterol memang terbuat dari lemak yang disebut lipoprotein, seperti yang disebutkan sebelumnya serta high-density lipoproteins (HDL).

HDL umumnya ditemukan pada telur, yang karenanya mudah dicerna dan mampu menurunkan kadar kolesterol, membuat telur menjadi makanan favorit banyak orang. Ditambah kemampuannya yang membantu menghilangkan kolesterol berlebih.

Sedangkan LDL atau lebih dikenal dengan lemak jenuh, sulit untuk dipecah, tidak dapat larut dengan mudah di dalam darah, dan seringnya menyebabkan plak di arteri. Inilah yang menjadi masalah, saat plak menumpuk di arteri akan menyebabkan sejumlah komplikasi jantung, seperti darah tidak mengalir dengan lancar (terhambat) saat menuju jantung dan organ tubuh lainnya.

Maka dari itu penting untuk makan dengan 'cerdas'. Yaitu tidak menghilangkan menu telur seutuhnya, melainkan cukup memotong kolersterol LDL dari kehidupan Anda.

 

2 dari 3 halaman

Menu yang harus dihindari

Ilustrasi Kopi dan Susu
Perbesar
Ilustrasi Foto Kopi dan Susu (iStockphoto)

Berikut ini beberapa menu LDL yang harus Anda jauhi, dilansir dari YourTango:

- Gorengan: tanpa perlu dijelaskan, gorengan sangat berbahaya karena kandungan kolesterol LDL-nya. Gorengan tidak hanya menghilangkan cairan pada makanan, tetapi juga membuat sponge yang menyerap lemak jenuh.

- Heavy cream: produk susu yang tidak bebas lemak seperti cream, butter, dan es krim, mengandung lemak jenuh yang sangat tinggi. Jadi saat belanja, hidnari produk susu yang tidak bebas lemak.

Karena produk susu, baik yang bebas lemak meupun yang tidak, masih merupakan sumber vitamin D dan kalsium yang baik untuk tubuh.

- Minyak terhidrogenasi: makanan yang tergolong mengandung minyak terhidrogenasi ini misalnya biskuit (cookies), mayonnaise, krimer kopi, dan makanan beku. Semua itu biasanya murah dan pelengkap yang membuat makanan atau minuman semakin lezat.

Namun karena merupakan jenis lemak trans, jenis lemak terburuk untuk kesehatan, sehingga makanan apapun yang mengandung minyak terhidrogenasi ini harus Anda jauhi. Sebaliknya, gunakanlah minyak sayur saat memasak atau minyak kanola.

- Daging, terutama organ daging yang diproses: Saat mendengar kata daging, orang biasa membedakannya dengan daging hewan berkaki 4 buruk, daging hewan berkaki dua baik. Atau daging putih seperti ayam dan ikan kolesterolnya lebih rendah daripada daging merah pada sapi, domba, babi.

Namun, faktanya organ seperti hati, ginjal, atau sweetbread (organ dari kelenjar timus dan pankreas) pada hewan manapun mengandung kolesterol yang lebih tinggi daripada potongan daging. Itu masuk akal karena organ hati sendiri yang bertugas meregulasi kolesterol dalam darah.

Maka dari itu penting untuk mengetahui cara membedakan daging baik dan buruk, yang diproses dan yang tidak. Daging yang tidak diproses masih dapat dinikmati dalam jumlah tertentu, namun sebaiknya menjauhi daging yang diproses seperti bacon dan sosis dan menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by