Kelompok Binaan Pertagas di Desa Gajah Mati Jadi Relawan Cegah COVID-19

Oleh Nurmayanti pada 13 Mei 2020, 12:46 WIB
Diperbarui 13 Mei 2020, 17:02 WIB
enerima manfaat CSR PT Pertamina Gas di wilayah Pertagas Operation Central Sumatera Area ikut andil dalam pencegahan COVID-19 di daerahnya.

Liputan6.com, Jakarta Penerima manfaat CSR PT Pertamina Gas di wilayah Pertagas Operation Central Sumatera Area, Kelompok Karang Taruna Gajah Mati di Musi Banyuasin ikut andil dalam pencegahan COVID-19 di daerahnya.

Selain menjadi relawan pengecekan di pintu masuk desa, 15 anggota kelompok juga terlibat dalam penyosialisasian upaya pencegahan COVID-19 di Desa Gajah Mati.

“Selama satu bulan terakhir kami aktif jadi relawan untuk cegah COVID-19,” ujar Ketua Karang Taruna Gajah Mati, Nurjaya, Selasa (12/5) 2020.

Selain membagikan masker, para relawan ini juga bertugas melakukan pengecekan suhu terhadap warg yang melintas di desanya.

Mereka, lanjut Nurjaya, juga turut membantu membagikan masker bantuan dari Pertagas untuk dibagikan kepada warga. “Kami ikut sosialiasi ke warga untuk pakai masker dan jaga jarak agar mecegah penyebaran virus ini,” ujarnya.

Manager Communication Relations & CSR Pertagas Zainal Abidin mengatakan, pihaknya memang selalu mendorong dan memotivasi anggota kelompok binaan untuk tetap aktif di tengah pandemik.

Meski saat ini wisata Embung Senja yang dikelola oleh kelompok ini tutup karena diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), pihaknya mengapresiasi karena anggota kelompok tetap tidak putus asa.

“Kita apresiasi karena teman-teman tetap mau bekerja meski harus beralih di sektor informal lain dan tetap aktif berkarya karena Kawasan wisata yang dikelola memang tidak boleh buka,” ujarnya.

 

Pertagas.
Penerima manfaat CSR PT Pertamina Gas di wilayah Pertagas Operation Central Sumatera Area ikut andil dalam pencegahan COVID-19 di daerahnya.Dok

Padahal, kata Zainal, selama 3 bulan dibina oleh Pertagas, kelompok ini telah menunjukkan kemajuan. Di akhir Maret lalu, kegiatan wisata Embung Senja telah menghasilkan laba bersih sebesar Rp 7,6 juta rupiah yang dibagikan untuk anggota kelompok.

“Semoga wabah COVID-19 segera berlalu, dan aktivitas bisa kembali berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selama masa pandemik COVID-19, Pertagas juga ikut menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak COVID-19 di Desa Gajah Mati.

Di sisi lain, Pertagas juga memberikan bantuan berupa masker dan disinfektan kepada kelompok dan warga setempat. 

Tag Terkait