Modal Pinjaman dari Sang Ibu, Wanita Ini Sukses Bangun Kerajaan Bisnis

Oleh Siska Amelie F Deil pada 05 Mar 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 05 Mar 2020, 18:00 WIB
Koleksi kedua Studio Love, Bonito

Liputan6.com, Jakarta - Mendirikan bisnis merupakan upaya berisiko bagi siapapun yang mencobanya. Tapi tidak bagi Rachel Lim, yang sukses mendirikan kerajaan bisnis di bidang fashion berkat pinjaman dari sang ibu.

Melansir laman CNBC, Kamis (4/3/2020), semua perjuangan bisnisnya dimulai saat ia berusia 21 tahun dan memutuskan berhenti kuliah demi mengejar mimpinya. Dan tanpa uang, maka dia harus benar-benar mengandalkan dirinya sendiri.

"Saat itu saya dijami pemerintahan, jadi saya harus membayar jaminan tersebut untuk berhenti sekolah dan mulai berbisnis. Saya tentu saja tak punya uang, jadi saya tak punya pilihan lain selain meminjam uang ibu saya," kenang Lim.

Keputusan itu datang di saat keluarganya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Ibu Lim melakukan dua pekerjaan sekaligus demi memenuhi kebutuhan keluarga setelah Krisis Finansial Asia 1997.

Krisis tersebut membuat bisnis sang ayah ambruk. Lim menjelaskan bahwa itu adalah tekanan yang justru ia butuhkan untuk memastikan bisnisnya berjalan sukses.

"Itulah salah satu alasan mengapa saya tahu dari awal bisnis saya tak boleh gagal. Karena saya tak boleh mengecewakan ibu saya," kisahnya.

 

2 dari 3 halaman

Bisnis Bernilai Jutaan Dolar AS

Love, Bonito
Lylas, label fashion dari Love, Bonito untuk gaun bridesmaid. Sumber foto: Document/Love, Bonito.

Kini Lim telah menjadi salah satu pendiri Love, Bonito, sebuah merek fashion wanita untuk masyarakat Asia. Wanita berusia 32 tahun ini sukses mendirikan bisnis pakaian bernilai jutaan dolar yang pakaiannya terjual dari Hongkong dan Australia hingga ke Amerika Serikat.

Saat memulai bisnisnya dengan dua bersaudara Viola dan Velda Tan, mereka tak pernah berpikir akan melangkah sejauh itu.

"Saya dan teman-teman saya masih bersekolah dan kita hanya berpikir bagaiamana mendapatkan uang saku tambahan. Lalu kita berpikir untuk menjual pakaian secara online," terangnya.

Teman-temannya tidak tahun saat itu bahwa mereka sedang menuju hal yang lebih besar.

Pada 2005, ritel daring baru saja merebak di Asia Tenggara, tapi selera belanja konsumen benar-benar melesat dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

"Masyarakat dari Malaysia, Indonesia, Hong Kong akan mengetahui kami karena memiliki akses lewat blog atau situs. Jadi saat kami menyadarinya, seperti hey kita bisa meraih banyak konsumen dari berbagai dunia hanya dengan satu klik," terang Lim.

Jadi, saat banyak orang mencari pakaian, ketiganya memulai bisnis tersebut dan sukses mengirimkan banyak pakaian ke berbagai negara.

 

3 dari 3 halaman

Terima Banyak Investor

Love, Bonito
Lylas, label fashion dari Love, Bonito untuk gaun bridesmaid. Sumber foto: Document/Love, Bonito.

Hingga saat ini, bisnis tersebut telah menerima guliran dana hingga lebih dari USD 10 juta dari para investor termasuk dari riteler Jepang Kakaku.com guna membantu mengembangkan bisnisnya ke toko-toko sungguhan.

Tapi bagi Lim, kemenangan utamanya adalah saat ia bisa membuktikan pada sang Ibu bahwa keputusannya benar.

"Akhirnya, saya membayar seluruh utang saya pada ibu. Tapi prioritas utamanya adalah agar ibu saya tak perlu bekerja tiga pekerjaan sekaligus dan menghabiskan banyak waktu menguras tenaga," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓