Stres? Hati-Hati dengan Penyakit Ini

Oleh Liputan6.com pada 29 Jan 2020, 16:16 WIB
Diperbarui 29 Jan 2020, 16:16 WIB
Nyeri Otot, Gejala Penyakit Apa? (Bluskystudio / shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta - Stres dapat membawa penyakit bagi tubuh di luar yang kamu bayangkan. Stres juga dapat memperburuk kesehatan.

Stres mempengaruhimu secara fisiologis maupun psikologis. Ini bisa menjadi akar penyebab banyak penyakit kronis.

Untuk menjalani hidup yang sehat dan bahagia, menghilangkan stres adalah hal yang paling penting.

Di bawah ini beberapa penyakit yang dipengaruhi oleh stres melansir dari Mag for Woman, Rabu (29/1/2020):

1. Nyeri otot

Saat kamu sedang stres, otot-otot kamu akan tegang. Ini adalah tindakan refleks dan cara ototmu merespons stres.

Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan migrain dan sakit kepala, nyeri otot, dan bahkan nyeri kronis.

Gangguan muskuloskeletal lainnya, atrofi otot dan ketegangan otot semuanya dapat ditelusuri kembali jika kamu stres yang berlebihan.

2. Asma

Stres juga dapat mempengaruhi sistem pernapasan. Selama stres, respons alami adalah bernapas lebih keras. Bagi mereka yang menderita emfisema atau penyakit paru-paru, ini menyebabkan masalah pernapasan seperti serangan asma.

Jalur udara antara hidung dan paru-paru menyempit membuat sulit bernapas. Ini juga dapat menyebabkan serangan panik.

3. Penyakit jantung

Selama stres, hormon stres adrenalin, kortisol, dan noradrenalin dilepaskan dalam tubuh. Ini mengakibatkan peningkatan tiba-tiba pada detak jantungmu karena banyak darah dipompa sekaligus dan tekanan darah meningkat dengan cepat.  Setelah stres berlalu, tubuh kembali normal lagi.

Tetapi stres yang berkepanjangan dan lonjakan berulang dalam tingkat tekanan darah bisa berbahaya. Ini dapat menyebabkan penyakit jantung, terutama pada wanita pascamenopause yang memiliki estrogen lebih rendah karena itu lebih rentan terhadap gangguan kardiovaskular.

4. Diabetes

Beberapa hormon stres seperti kortisol dan epinefrin memicu hati untuk menghasilkan lebih banyak glukosa, sehingga memberimu energi untuk mengatasi stres dalam situasi darurat.

Tetapi sebagian besar, glukosa ini tidak digunakan karena benar-benar tidak ada yang bisa dilawan atau dihindarkan. Kemudian tubuh menyerap kembali gula darah ini.

Jika kamu mengalami stres berulang-ulang, gula darah tambahan yang dihasilkan bisa berbahaya sejauh itu dapat menyebabkan diabetes tipe 2 pada beberapa orang. Orang gemuk dan mereka yang rentan terhadap kadar gula darah tinggi akan lebih rentan.

2 dari 2 halaman

5. Mulas

Gangguan Pencernaan
Gangguan Pencernaan

Mulas terutama asam lambung yang merupakan gangguan pencernaan yang berhubungan dengan makan berlebihan. Di bawah tekanan, kamu cenderung makan lebih banyak dari biasanya. Kamu juga dapat menggunakan tembakau atau alkohol terlalu banyak yang dapat menyebabkan mulas atau refluks asam.

6. Gangguan pencernaan

Selama stres, perut dapat bertindak aneh dan bahkan sensasi sedikit pun di perut diperhatikan oleh otak dan ditekankan. Karena itu, kamu bisa merasakan mual atau sakit di perut.

Gangguan pencernaan adalah masalah utama selama stress, penyerapan nutrisi di usus akan terganggu, buang air besar menjadi tidak teratur dan kamu juga mungkin mengalami diare.

7. Kesehatan reproduksi

Stres yang berkelanjutan dapat memengaruhi siklus menstruasi. Ini dapat menyebabkan sakit pada menstruasimu dan menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. Stres juga dapat menyebabkan gejala pramenstruasi lainnya seperti perubahan suasana hati, kram, retensi cairan dan kembung.

Stres yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan berkurangnya libido atau berkurangnya hasrat seksual.

 

Reporter : Helena Yupita

Lanjutkan Membaca ↓