Begini Cara Ajarkan Kedisiplinan Sejak Dini

Oleh Fitriana Monica Sari pada 10 Des 2019, 10:20 WIB
Diperbarui 10 Des 2019, 11:13 WIB
komunikasi nonverbal dengan anak

Liputan6.com, Jakarta Usia balita merupakan salah satu fase yang menyenangkan sekaligus sulit buat para orangtua. Hal ini karena pada masa ini anak cenderung ingin melakukan sesuatu semaunya dan belum memahami apa yang boleh dilakukan dan dilarang.

Maka dari itu, setiap orangtua terkadang sulit untuk mengatur anaknya saat balita, terutama soal kedisiplinan. Tapi bagaimanapun juga, jika sudah terlanjut dewasa, akan lebih sulit lagi membuat menjadi disiplin.

Jadi, mau tak mau mengajarkan kedisiplinan sejak dini itu penting sebelum terlambat. Tak perlu khawatir, begini cara ajarkan disiplin sejak dini pada anak, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Pahami seperti Apa Pola Pikir Sang Anak

Balita memang harus diajari disiplin seperti biasa, namun orangtua harus memahami pola pikir dari sang anak. Hal ini karena pola pikir anak berbeda jauh dengan orang dewasa karena belum memahami apa yang sebenarnya benar dan salah.

Jadi pahamilah bagaimana anak berpola pikir dan coba mengikutinya sebisa mungkin. Sebagai contoh ketika anak bermain dan membuat berantakan seisi kamar, ikuti saja kemauannya terlebih dahulu tanpa harus kesal.

Hal ini mungkin karena dia berimajinasi tentang apa yang dipikirkan. Lalu ketika sudah selesai bermain, cobalah bersama-sama untuk membereskan mainannya dengan baik.

2 of 4

2. Jangan Lupa Konsisten dalam Mengatur Anak

balita
ilustrasi anak/copyright Pexels/Daria Shevtsova

Menurut Psikiater Spesialis Perkembangan Anak dari WebMD, Claire Lerner, anak umur 2 hingga 3 tahun berpikir bagaimana perilakunya berpengaruh bagi orang sekitar. Oleh karena itu, orangtua harus konsisten dan rutin mengatur anak terhadap kedisplinan.

Dengan konsisten, anak jadi lebih mengerti yang seharusnya diinginkan orangtuanya, termasuk saat diberi perintah. Sebagai contoh, Anda harus konsisten kepada anak untuk tidak buang sampah sembarangan.

Jika di hari pertama Anda menyuruhnya buang sampah pada tempatnya, maka lakukan itu berulang-ulang di hari berikutnya. Tentu lakukan itu dengan lembut dan tenang tanpa harus bernada keras. Jika tidak konsisten, bisa saja anak jadi bingung dan tidak disiplin.

3. Kenali Tantrum dan Pemicunya

Tantrum atau ledakan emosi pada anak tiba-tiba merupakan hal yang niscaya terjadi pada tiap-tiap anak. Maka dari itu, setiap orangtua wajib siap terhadap hal ini dan apa saja pemicunya.

Biasanya sifat ini terjadi saat anak lapar dan mengantuk, maka dari itu Anda harus memahami hal ini. Jika ingin mengajari kedispilinan pada anak, sebaiknya hindari saat seperti ini.

Contoh lain jika Anda ingin mengajari anak untuk tidur disiplin, maka harus pastikan waktunya tepat dan jangan lakukan kegiatan lain di waktu itu. Kegiatan ini semisal mengajaknya jalan-jalan padahal dia sedang lapar atau mengantuk.

Jika sudah ada tanda-tanda tantrum, maka sebaiknya tenangkan anak dan barulah ajari disiplin sesuai arahan yang ada.

3 of 4

4. Ciptakan Lingkungan Keluarga yang Harmonis

Orangtua dan Anak
Ilustrasi orangtua dan anak/copyright shutterstock By Nuamfolio

Biasanya anak balita memiliki keingintahuan besar terhadap suasana yang baru. Maka dari itu, perlu lingkungan yang sesuai untuk memenuhi rasa penasarannya. Dalam hal ini, Anda bisa menciptakan suasanan kondusif bagi belajar sang anak.

Jika anak dirasa akan melawan orang tua, orangtua tidak harus menghukum anak begitu saja, namun pindahkan atau ciptakan aktivitas baru yang membuatnya semakin ingin tahu. Anda juga harus menghindari beberapa hal yang menganggu konsentrasi anak.

Sebagai contoh orangtua seharusnya tidak memberikan gadget dan lebih memberinya mainan untuk mengembangkan imajinasinya. Untuk itu, penting menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis.

5. Memberi Hukuman Pada Anak

Disiplin berarti orang tua harus tegas, sehingga perlu hukuman apabila anak dirasa tidak displin. Meski ada beberapa orangtua yang tidak tega memberi hukuman, nyatanya hal ini penting untuk dilakukan dalam rangka mendidik anak. Tapi perlu diingat Anda harus memberikan hukuman sewajarnya dan jangan terlalu keras kepada anak. 

Sebagai contoh hukuman atas kesalahnnya berupa menyuruhnya diam atau membanya ke kamar beberapa saat. Jika dirasa sudah bisa berjanji memperbaiki sikap, Anda bisa membiarkannya lagi bermain.

4 of 4

6. Selalu Tenang dan Positif Dalam Mendisiplinkan Anak

percaya diri anak
Tips meningkatkan kepercayaan diri anak./Copyright shutterstock.com

Berfikir positif dan tenang juga salah satu cara mendisiplinkan anak yang baik. Hindari kekerasan dalam bentuk apapun agar pesan disiplin orangtua bisa sampai ke anak karena aura positif yang dipancarkan Anda. Sebaliknya jika orang tua keras, maka hanya emosi yang didengar sedangkan aturan disiplin diabaikan begitu saja.

Anda juga harus selalu positif dalam mendisplinkan anak sendiri. Jangan iri atau membandingkan anak orang lain dengan anak sendiri dalam hal kedisiplinan. Jadi lakukan apapun yang baik dalam mendisiplinkan anak sejak dini dengan positif agar anak Anda bisa mengerti apa itu kedisplinan dengan baik.

Sebelum Terlambat Didiklah Anak untuk Disiplin sejak Dini

Jika Anda sudah mengerti cara di atas, teruslah didik anak dengan baik dan konsisten agar ia berkembang menjadi seseorang yang lebih baik.

Jadilah orangtua yang mengajari anak displin dengan baik serta konsisten agar ia mau belajar dan terus menjadi orang disiplin hingga dewasa nantinya.

Lanjutkan Membaca ↓