Banjir Naik-Turun, Warga Cipinang Melayu Bertahan di Pengungsian

Oleh Taufiqurrohman pada 05 Feb 2014, 13:20 WIB
Diperbarui 05 Feb 2014, 13:20 WIB
5-pengungsi-rel-140124b.jpg
Perbesar
Ketiinggian banjir di 8 RW di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, naik-turun. Itu sebabnya sekitar 700 warga RW 04 masih bertahan di posko pengungsian di masjid Universitas Borobudur.

Banjir yang melanda akibat hujan yang terus mengguyur selama 2 hari berturut-turut itu menyebabkan 8 RW yakni RW 02, 03, 04, 05, 09, 10, 11, dan 12 terendam. Banjir terparah terjadi di RW 04 yang mencapai ketinggian air 2,5 meter hingga 3 meter.

"Masih ada genangan, tadi selutut saya, sekarang malah seperut saya di dalam rumah pas saya nengokin rumah. Di sini mah naik turun airnya," ucap Siti, warga RT 03 RW 04 Cipinang Melayu saat ditemui Liputan6.com di kantor RW 04, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2014).

Tarmi (40), istri Ketua RW 04 itu mengatakan, banjir di wilayahnya sudah terjadi 4 kali sejak awal Januari lalu. Perempuan yang mengaku mewakili suaminya mengurusi warga itu mengimbau warganya yang berjumlah sekitar 700 orang itu agar jangan dulu kembali ke rumahnya karena ketinggian air masih cukup tinggi.

"Nggak bisa diprediksi soalnya. Air tiba-tiba naik dan tiba-tiba surut. Barusan tadi jam 8 selutut sekarang sudah seperut. Ya nanti dulu deh kembali ke rumahnya ya, takut banjir tiba-tiba tinggi," ujar Tarmi.

Hal senada juga dikatakan Nur (38) warga RW 04 yang masih mengungsi di Universitar Borobudur. "Saya mengungsi, dengan suami dan anak. Iya sih sudah mulai surut, tapi nanti dulu deh, kan belum bisa ditempati buat tidur. Terus takut juga banjir naik lagi," kata Nur.

Sementara, beberapa warga di RW lainnya yang juga terendam banjir, saat ini sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. "Yang mengungsi sudah kembali ke rumah ya, kecuali RW 04 ini karena memang letaknya di cekung paling bawah," kata Wakil Lurah Cipinang Melayu, Hudori, di kantornya.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik warganya saat mengungsi, kata Hudori, pihaknya membuka dapur umum dan telah mendapatkan bantuan langsung dari beberapa instansi. "Terpenuhi, ada dari BNPB, TNI dan PMI. Macam-macam bantuannya, terlebih untuk makan, ada dapur umum," pungkas Hudori. (Rmn/Yus)

Baca juga:

Jakarta Banjir, JK Sindir Jokowi Soal Rusun `1.000 Tower`
Banjir Kali Ciliwung di Rawajati Sisakan Sampah 7 Truk

Sempat Banjir 50 Cm, Lalu Lintas Jalan Merdeka Barat Mulai Lancar