[VIDEO] Membongkar Modus Pengemis Kaya

Oleh Eko Huda Setyawan pada 07 Des 2013, 19:28 WIB
Diperbarui 07 Des 2013, 19:28 WIB
barometer-pengemis-131207c.jpg
Perbesar
Kisah pengemis Walang bin Kilon yang memiliki uang Rp 25 juta membetot perhatian masyarakat. Terjaringnya Walang mendorong Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi kembali menggalakkan sanksi denda bagi pemberi pengemis.

Barometer Liputan 6 SCTV, Sabtu (7/12/2013) memberitakan, Walang dan rekannya, Sa'aran, merupakan bagian kecil saja dari pengemis di Ibukota. Pengemis di Jakarta memang masih saja marak. Di sejumlah titik jalanan Ibukota, masih dijumpai peminta-minta.

Pengemis kaya pun ternyata tak hanya Walang. Jika Walang bisa mendapatkan Rp 150 ribu sehari, sejumlah pengemis yang meminta-minta di kawasan Jalan Asia-Afrika bahkan mengaku bisa mendapatkan Rp 200 ribu sehari. Namun mereka kini takut dengan ancaman sanksi Jokowi.

Modus operandi para pengemis ini juga bermacam-macam. Mereka kerap membuat bekas luka palsu atau mendramatisir luka lama. Ada pula pengemis yang berpura-pura hamil, atau mengikat tangan di belakang dan pura-pura bertangan buntung.

Kemudian ada pula yang berpura-pura buta atau membawa orang tua. Modus lain dengan menyuruh anak-anak mengemis dengan pakaian yang dibuat secompang-camping mungkin.

Fenomena pengemis bukan hanya ada di dalam negeri. Di negara lain juga ada, baik di negara berkembang maupun maju seperti Amerika Serikat sekalipun. Pengemis rupanya menjadi fenomena global. Selain pengemis yang sungguh-sungguh miskin, pengemis juga membuat jaringan bisnis yang bisa menghasilkan jutaan rupiah.

Saksikan selengkapnya dalam video di bawah ini. (Eks/Sss)