Korban Penyekapan Perampok di Senen Masih Trauma

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 04 Des 2013, 03:51 WIB
Diperbarui 04 Des 2013, 03:51 WIB
sekap-ilustrasi-131203d.jpg
Perbesar

Hanan (23) dan pembantunya, Arif (30) yang menjadi korban penyekapan aksi perampokan di rumahnya di Jalan Paseban Raya No Jakarta Pusat, masih dalam kondisi shock.

Kakak Hanan, Arham (30) mengatakan, hingga kini adiknya itu masih belum bisa diajak komunikasi karena masih trauma. "Yang jelas dia syok, belum bisa ditanya-tanya," kata Arham di lokasi, Rabu (4/12/2013).

Dia menjelaskan, Hanan dan Arif sempat ditodong senjata pagi yang dibawa perampok berjumlah 5 orang itu. "Abis ditodongin senapan, dua-duanya jadi syok. Belum ada yang cerita sama saya," tambah Arham.

Percobaan perampokan sebelumnya terjadi di rumah Hanan da Arham pada Selasa 3 Desember 2013 malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Rumah mereka disatroni 5 perampok bersenjata api. Pelaku kepergok hendak membawa kabur sepeda motor Honda CBR bernomor polisi B 6071 PVJ yang terparkir di garasi. Namun pelaku gagal membawa motor.

Hingga kini, para pelaku masih belum dapat diamankan petugas kepolisian. Pelaku diduga telah melarikan diri dengan melompati tembok sebelah kanan rumah dan kabur melewati rumah kosong yang berada persis di sebelah rumah korban. (Riz)

Tag Terkait