Kakak Korban Penyiraman Air Keras: Tak Ada `Kumpul Kebo`

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 15 Nov 2013, 15:29 WIB
Diperbarui 15 Nov 2013, 15:29 WIB
2-wajah-lyana-davega-131115b.jpg
Perbesar
Keluarga LD (19), membantah tudingan keluarga Riki Halim Levin, pelaku penyiraman air keras yang menyatakan putranya kumpul kebo dengan korban. Klaim sepihak itu ditepis keluarga korban.

"Itu tidak benar, tidak pernah ada kumpul kebo antara adik saya dengan Riki," ujar Fuad Hamdani (26), kakak LD diĀ  Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (15/11/2013).

Fuad juga membantah tuduhan ibunda Riki yang menyebutnya kerap mengancam membunuh putranya, jika masih nekat menjalin hubungan dengan adiknya itu.

"Tidak benar, dan kalau boleh balik tanya ke Riki. Yang benar saya hanya memperingatkan Riki untuk menjauhi adik saya. Saya juga tidak mempunyai konflik pribadi dengan Riki." tambah Fuad.

Dia menjelaskan, adiknya itu kerap mendapat teror dari Riki selama menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya itu. Tetapi, sang kakak menolak ikut campur urusan pribadi.

"Karena adik saya diteror terus oleh Riki. Adik saya mau kuliah saja takut. Jadi statement Riki yang selama ini diberitakan itu tidak benar," jelas Fuad.

Kondisi LD, korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh mantan kekasihnya Riki Halim Levin semakin memburuk. Gadis tersebut menderita luka bakar stadium 3 di sekitar wajah dan belum bisa membuka kedua matanya karena luka bakarnya parah.

LD masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo RSCM). Dia disiram air keras oleh Riki di sebuah rumah kos di Jalan U No 7B, RT 9 RW 15, Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis 3 Oktober 2013. (Mvi/Ism)