Mahasiswi Korban Penyiraman Air Keras Diancam via SMS

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 15 Nov 2013, 12:22 WIB
Diperbarui 15 Nov 2013, 12:22 WIB
3-wajah-lyana-davega-131115b.jpg
Perbesar
LD (19), mahasiswi korban penyiraman air keras diketahui pernah diberikan sebuah SMS atau pesan singkat elektronik yang berisi peringatan atau ancaman dari pelaku, Riki Halim Levin (23). Dalam pesan tersebut menyebutkan, Riki akan melakukan penyiraman kepada LD.

Ferdie Soethiono, kuasa hukum keluarga LD mengatakan, pihaknya telah menemukan bukti terbaru terkait pesan peringatan terhadap LD sebelum terjadinya insiden penyiraman air keras tersebut. Menurut Ferdie, pesan singkat tersebut dikirimkan kepada LD sejak 22 September hingga 2 Oktober.

"Kami ada bukti terbaru adanya temuan bahwa adanya SMS yang ditujukan kepada LD. Isi SMS tersebut berupa peringatan terhadap LD," kata Ferdie di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (15/11/2013).

Pihak keluarga LD menduga, pesan singkat tersebut berasal dari pihak Riki. Namun, keluarga enggan menyebutkan pesan singkat itu dikirim keluarga Riki. "Yang jelas SMS itu bukan dari pelaku Riki, melainkan dari pihak pelaku. Saya juga tidak tahu dari mana, yang jelas itu dari pihak pelaku," tegas Ferdie.

Ferdie menambahkan, pihak keluarga baru menemukan pesan singkat tersebut setelah LD dirawat akibat luka bakar setelah disiram air keras. "Pihak keluarga sebelumnya tidak tahu kalau ada SMS itu. LD juga belum ngomong ke keluarga soal SMS itu. Kita baru tahu setelah mengecek handphone milik LD," jelas Ferdie.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi bukti baru untuk menjerat Riki dengan pasal berlapis," harap Ferdie.

Berikut salah satu isi SMS menyikapi rencana penyiraman air keras:

"Itu air keras yg om bilang masi di tempat om? Apa dia ada rencana beli lagi? Atau ada persiapan apa lagi dia om? Aku mau jaga2 aja."


Riki ditangkap di Pontianak setelah beberapa pekan menghilang setelah melakukan aksi keji ini. (Rmn/Sss)