Perawatan Mahasiswi Korban Penyiraman Air Keras Capai Rp 200 Juta

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 08 Nov 2013, 13:41 WIB
Diperbarui 08 Nov 2013, 13:41 WIB
siram-air-keras-iluts-131006c.jpg
Perbesar
LD (19), mahasiswi universitas swasta di Jakarta yang menjadi korban penyiraman air keras oleh mantan kekasihnya Riki Halim Levin masih menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Tak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pengobatan luka bakar LD. Setidaknya sudah ratusan juta rupiah.

Kuasa Hukum keluarga LD, Trifester Yady mengatakan, pihak keluarga LD masih membiayai sendiri biaya perawatan luka bakar gadis itu yang mencapai stadium 3. Sementara hingga kini belum ada bantuan yang datang dari keluarga pelaku penyiraman air keras, Riki.

"Biaya ditanggung oleh keluarga korban sudah lebih dari 200 juta, karena dirawatnya di ruang isolasi," ujar Yady di Jakarta, Jumat (8/11/2013).

"Untuk keluarga pelaku hingga kini belum ada itikad baik. Belum pernah hubungi pihak keluarga LD," imbuhnya.

Kini selain luka bakar yang dialaminya, LD masih mengalami trauma pasca-penyiraman air keras itu. "Psikis LD tentunya masih mengalami trauma sedikit," pungkas Yady.

Riki menyiramkan air keras kepada mantan kekasihnya, LD (19) pada 3 Oktober 2013 lalu di kamar kos korban. Setelah selama sebulan buron, Riki akhirnya berhasil dibekuk di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis kemarin, 7 Oktober 2013. (Ndy/Mut)