[VIDEO] Peledak Polsek Berusia Belia Hingga Adopsi Penyu

Oleh Liputan6 pada 17 Sep 2013, 17:39 WIB
Diperbarui 17 Sep 2013, 17:39 WIB
kilas-indo-130917c.jpg
Perbesar
Ledakan di pos polisi Kepolisian Sektor Genuk, Jalan Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah, dipastikan berjenis berdaya ledak rendah. Meski tak sampai menelan korban, ledakan yang terjadi Senin 16 September 2013 malam itu membuat kaca pos polisi retak dan pagar tembok hancur.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (17/9/2013) petang, dari rekaman CCTV diketahui bom diletakkan seseorang yang turun dari sepeda motor. Pelaku diduga berusia sekitar 20 tahun.

Sementara di Surabaya, Jawa Timur, penutupan rumah hiburan umum di kawasan Darmo Park oleh Pemkot Surabaya mendapat protes dari para pemiliknya. Para pengusaha tempat hiburan itu mengaku memiliki izin dan tak pernah mendapat teguran. Namun, menurut Pemkot Surabaya, izin tempat hiburan itu dicabut karena menerima pengunjung di bawah umur, menjual minuman beralkohol tanpa izin, serta ditemukan peredaran narkoba.

Dari Purwakarta, Jawa Barat, dilaporkan sejumlah nelayan di danau waduk Jatiluhur berhasil menangkap ikan aligator yang dinilai berbahaya. Ikan bermoncong mirip buaya ini kerap menyerang atau merusak jaring para nelayan dan pernah melukai nelayan. Ikan aligator terbesar yang pernah ditangkap nelayan berbobot 10 kilogram dengan panjang 3 meter.

Sedangkan di Pantai Pengumbahan, Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, grup band Wali mengadopsi penyu hijau yang hampir punah akibat perburuan telurnya. Adopsi penyu ini merupakan bentuk kepedulian dan ajakan bagi masyakarat untuk melestarikan lingkungan. Pasir Pengumbahan merupakan salah satu pasir terbaik di dunia untuk penyu bertelur hingga telurnya menetas. (Ado/Sss)