Lawati 4 Sister City, DPRD DKI: Itu Etika Pergaulan Internasional

Oleh Luqman Rimadi pada 03 Jun 2013, 12:19 WIB
Diperbarui 03 Jun 2013, 12:19 WIB
sistercity-130603b.jpg
Perbesar
Anggota DPRD DKI Jakarta menyusun rencana lawatan ke luar negeri untuk mengunjungi 4 sister city Jakarta. Sebanyak 4 kota dari 3 negara ini yakni Beijing (China), Seoul (Korea Selatan), Houston dan Los Angeles yang berada di Amerika Serikat.

Namun, kunjungan itu bukan untuk mempelajari program unggulan Gubernur DKI Jakarta Jokowi-Wagub Ahok seperti deep tunel, monorel, tanggul raksasa (giant sea wall) dan mass rapid transit (MRT). Rencana 'pelesiran' itu dilakukan sebagai etika pergaulan internasional.

"Selama tahun 2012 sampai 2013 kami mendapat kunjungan dari DPRD di 4 kota sister city. Mereka telah datang ke sini, tahun ini dewan mencoba rencanakan kunjungan balasan, ke empat kota itu," kata Sekretaris DPRD DKI Mangara Pardede di Jakarta, Senin (3/6/2013).

Kunjungan balasan ini memang tak diatur dalam undang-undang, namun menurut Mangara begitulah etika bergaul di dunia internasional. Bila menerima kunjungan, maka DPRD harus membalas tandangan itu.

"Memang tidak ada aturannya, tapi kan itu itu bagian dari prinsip resiprokal, etika pergaulan internasional. Contohnya, kalau saudara ke rumah saya, selayaknya saya juga silaturahim ke rumah Anda dong," ucapnya.

Nantinya, lanjut Mangara, sebanyak 4 rombongan akan dikirimkan untuk memenuhi lawatan itu. Masing-masing rombongan untuk 1 kota. Tiap rombongan jumlahnya 5 orang.

"Jadi kalau satu kunjungan maunya delapan orang kita tidak bisa," ujarnya.

Mangara menuturkan, anggaran sebanyak Rp 1,8 miliar dipersiapkan untuk memenuhi etika internasional itu. Namun walaupun anggaran telah siap, hingga saat ini belum ada perintah dari pimpinan dewan untuk mencairkan dana tersebut.

"1,8 miliar itu kita anggarkan untuk ke lima kota. Untuk menjaga kalau sampai akhir tahun ada kunjungan dari sister city yang lain. Sampai detik ini belum ada perintah kunjungan balasan ke 4 negara itu. Jadi dari Rp 1,8 M, belum satu rupiah pun yang kami cairkan," pungkas Mangara. (Ndy/Ary)