Bertemu Pimpinan Parlemen AS, Puan Singgung Pemilu hingga Kerja Sama Pertahanan

Oleh Delvira Hutabarat pada 07 Okt 2022, 07:18 WIB
Diperbarui 07 Okt 2022, 07:26 WIB
Puan Maharani
Perbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Amerika Serikat (AS), Gregory W Meeks di sela forum P20. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Di sela the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20), Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Amerika Serikat (AS), Gregory W Meeks. Meeks datang ke Indonesia sebagai delegasi dari DPR AS dalam forum parlemen G20 itu.

Di awal pertemuan, Puan mendoakan agar pemilu paruh waktu atau midterm election yang akan digelar AS dalam waktu dekat dapat berjalan lancar.

“Saya mengharapkan agar penyelenggaraan The 2022 Midterm Election, yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 November 2022 berjalan dengan lancar. Semoga Pesta demokrasi tersebut dapat menghasilkan hasil yang sesuai dengan kehendak rakyat Amerika Serikat,” kata Puan dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).

Puan juga berbicara soal hubungan bilateral Indonesia–AS yang terus berjalan positif di tengah dinamika geopolitik global maupun kawasan. Apalagi, kata Puan, Indonesia-AS memiliki kesamaan nilai seperti penghormatan demokrasi dan HAM, toleransi dan kemajemukan, supremasi hukum, serta dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan.

“Nilai-nilai ini telah menjadi landasan yang kuat bagi hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun,” tuturnya.

Puan menyebut, kemitraan strategis antara Indonesia dan AS dalam berbagai bidang memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Hal itu yang juga menjadi pondasi kerja sama yang memperkuat hubungan people-to-people seperti di bidang pendidikan, ekonomi digital, dan U.S. Peace Corps di Indonesia. Kemitraan strategis tersebut dinilai sangat penting bagi kedua negara.

“Terutama di saat dunia sedang menghadapi tantangan yang kompleks karena biaya energi yang tinggi, inflasi yang tinggi, masalah ketahanan pangan dan dinamika geopolitik termasuk konflik di Ukraina. Pada saat yang sama, pemulihan pasca pandemi juga masih menjadi tantangan besar,” papar Puan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kerja Sama Pertahanan hingga Kesehatan

Lebih lanjut, Puan menilai kerja sama antara Indonesia dan AS yang dapat ditingkatkan adalah dalam bidang pertahanan dan keamanan kawasan. Ia menyinggung soal transisi politik di Afghanistan, stabilitas Laut China Selatan, denuklirisasi Semenanjung Korea, dan pemajuan demokrasi.

“Di bidang ekonomi, saya mencatat adanya peningkatan dalam perdagangan bilateral dalam beberapa tahun terakhir ini, pada masa pandemi. AS sekarang telah menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia,” ungkapnya.

Puan pun berharap Indonesia dan AS dapat terus memperkuat kerja sama di bidang ekonomi untuk mencapai target perdagangan USD 60 miliar di tahun 2024. Dalam bidang investasi, AS diketahui merupakan investor ke-5 terbesar bagi Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 2,53 miliar, meningkat 238,41 persen dibandingkan tahun 2020 dengan nilai USD 749.

“Penguatan kerja sama di bidang investasi juga sangat diharapkan, terutama pada sektor infrastruktur, konektivitas, energi terbarukan, dan industri farmasi/kesehatan,” sebut Puan.

Lebih lanjut, mantan Menko PMK itu menyampaikan apresiasi kepada pemerintah AS atas donasi yang telah diberikan dalam bentuk vaksin dan non-vaksin untuk penanganan pandemi Covid-19. Selain itu, urai Puan, dukungan teknis untuk portofolio Kesehatan Indonesia dan penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Saya juga mengapresiasi adanya inisiatif dari pihak swasta kedua negara untuk membentuk Global Taskforce on Pandemic Response pada tahun 2021 yang telah menyumbangkan alat kesehatan untuk PCR testing dan genomic sequencing,” ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya