Amankan P20 di Jakarta, Kapolda Metro Perintahkan Atasi Ancaman Sabotase

Oleh Ady Anugrahadi pada 04 Okt 2022, 10:25 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 10:25 WIB
FOTO: Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Jaya 2021
Perbesar
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyampaikan pidato pada Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Jaya 2021 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/11/2021). Operasi Zebra Jaya 2021 digelar karena meningkatnya volume lalu lintas dan kemacetan selama PPKM Level 1. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran meminta anggotanya mengutamakan pendekatan preventif pada saat mengamankan kegiatan the 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20) pada 5 Oktober 2022 sampai 7 Oktober 2022 di Jakarta.

"Tunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan cinta kasih, penuh dengan etika sopan santun. Oleh sebab itu wujudnya adalah pendekatan preventif kepolisian," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Selasa (4/10/2022).

Kapolda Metro menginstruksikan anggota melakukan pemetaan segala potensi gangguan dan ancaman yang akan timbul.

"Mulai dari ancaman gangguan unjuk rasa, upaya sabotase, intervensi dan lain yang sekiranya dapat menganggu jalannya kegiatan ini," ujar Fadil.

Dia mengatakan, rencana pengamanan harus disiapkan mulai dari pengamanan objek vital seperti Bandara Soekarno-Hatta, hotel penginapan delegasi P20, hingga Gedung DPR/MPR RI.

Begitupun dengan skenario rekayasa lalu lintas di jalur-jalur yang dilintasi rombongan delegasi P20.

Selain itu, lanjut Fadil memerintahkan jajaran memprioritaskan upaya penggalangan pada kelompok masyarakat. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat untuk menghindari terjadinya gangguan di objek yang akan dilalui rombongan delegasi.

Di sisi lain, Fadil mengatakan, anggota perlu melakukan koordinasi dengan pihak keamanan hotel di Jakarta untuk meningkatkan pengawasan.

"Secara teknis dan taktis setelah apel ini akan dilaksanakantactical wall game (TWG) yang akan kita laksanakan untuk menyamakan presepsi, cara bertindak, dan mengklasifikasikan tahapan situasi," ujar dia.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Beri Rasa Aman untuk Pemulihan Ekonomi Dunia

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memimpin apel persiapan pengamanan P20 di Jakarta
Perbesar
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memimpin apel persiapan pengamanan The 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20) di Jakarta. (Merdeka.com)

Fadil menyampaikan, ajang G20 tahun ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi dunia.

"Indonesia diharapkan mampu untuk dapat merangkul dan mengajak negara-negara G20 untuk membangun, kolaborasi dan menggalang kekuatan sehingga G20 dapat meyakinkan kepada masyarakat dunia bahwa dampak positif dari kerjasama G20 adalah suatu bentuk nyata sesuai dengan tema presidensi G20 kali ini yang mengandung dan mengusung tema Recover Together, Recover Stronger," ujar dia.

Fadil menyampaikan, salah satu komponen untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional ialah dengan memberikan rasa aman dan mengayomi masyarakat.

"Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya terus berkomitmen untuk berkontribusi mewujudkan rasa aman dan kondusif di Ibukota Jakarta," ujar dia.

Fadil berpesan kepada anggota yang bertugas mengamankan the 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20).

"Ini adalah etalase yang harus kita tunjukkan kepada dunia tentang dinamika bangsa ini yang penuh penghargaan terhadap aspek kemanusiaan dan aspek demokrasi," ujar dia.

Fadil berharap the 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20) berjalan dengan lancar.

"Sehingga proses pemulihan ekonomi Indonesia yang berasaskan semangat gotong royong mampu menjadi pionir bagi negara G20 lainnya," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya