Kapolri Beri Kenaikan Pangkat 2 Polisi Gugur saat Tragedi Kanjuruhan Malang

Oleh Liputan6.com pada 04 Okt 2022, 01:02 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 01:02 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyampaikan update kasus tragedi Kanjuruhan Malang. (Zainul Arifin/Liputan6.com)
Perbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyampaikan update kasus tragedi Kanjuruhan Malang. (Zainul Arifin/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan terhadap dua polisi yang gugur dalam tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Kedua polisi tersebut yakni Briptu Fajar Yoyok Pujiono dan Brigadir Andik Purwanto.

"Bapak Kapolri memberikan reward kepada anggota Polri yang gugur dalam melaksanakan tugas," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat jumpa pers di Malang, Senin (3/10/2022).

Keduanya mendapatkan penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta (KPLBA). Briptu Fajar Yoyok Pujiono yang merupakan anggota Polsek Dongko, Trenggalek naik pangkat menjadi Brigpol Anumerta. Sementara Brigadir Andik Purwanto anggota Polsek Sumbergempol, Tulungagung naik pangkat menjadi Aipda Anumerta.

Penghargaan berupa naik pangkat satu tingkat lebih tinggi itu diberikan kepada Brigpol Anumerta Fajar dan Aipda Anumerta Andik atas tindakan heroiknya yang gugur dalam tugas sebagaimana ST Nomor STR/742/X/KEP/ 2022.

"Sudah dinaikkan pangkat luar biasa anumerta setingkat lebih tinggi," ujar Dedi.

Dedi melanjutkan, proses pemakaman kepada dua jenazah anggota Polri ini telah berlangsung secara kedinasan pada Minggu (2/10/2022).

"Kemarin dua anggota Polri tersebut sudah dimakamkan secara kedinasan," tutur Dedi.

Sebelumnya, Dua anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ikut menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Mereka adalah Briptu Fajar Yoyok Pujiono dan Bripka Andik Purwanto.

Briptu Fajar merupakan anggota dari Polsek Dongko, Trenggalek. Sementara Bripka Andik merupakan personel Polsek Sumbergempol, Tulungagung. Keduanya menjadi korban saat ikut melakukan tugas pengamanan di stadion selama laga berlangsung.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


125 Orang Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan

Foto: Nasib Malang Sepak Bola Indonesia, 127 Orang Kehilangan Nyawa di Stadion Kanjuruhan
Perbesar
Tragedi memilukan kembali mewarnai sepak bola tanah air. Kerusuhan hingga menelan korban jiwa terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam membuat setidaknya 125 orang meninggal dunia. Dua dari ratusan korban yang tewas itu ialah Bripka Andik dan Briptu Fajar.

Kerusuhan sendiri pecah setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya usai. Arema FC yang kalah di kandang sendiri memicu suporter turun ke lapangan.

Kemudian, petugas keamanan yang kaget melihat massa turun pun bereaksi dan berusaha menenangkan suporter dengan menembakkan gas air mata. Dari situlah situasi semakin tidak kodusif hingga menyebabkan ratusan nyawa melayang.

 

Reporter: Bachtiarudin Alam

Merdeka.com

Infografis Ragam Tanggapan Tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ragam Tanggapan Tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya