Pandemi Akan Dinyatakan Berakhir, Jokowi: Pemulihan Ekonomi Semakin Tak Baik

Oleh Lizsa Egeham pada 03 Okt 2022, 12:04 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 12:04 WIB
FOTO: Pidato Virtual Presiden Jokowi di Sidang Majelis Umum PBB
Perbesar
Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9/2021). Jokowi menyebut potensi kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik Myanmar harus jadi fokus bersama. (UN Web TV via AP)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka kemungkinan pandemi Covid-19 di Indonesia akan segera dinyatakan berakhir.

Namun, kata dia, pemulihan ekonomi pasca pandemi justru akan semakin sulit karena perang antara Rusia dan Ukraina.

"Yang kita lihat ini dunia, pemulihan ekonomi pasca pandemi memang belum pada kembali normal, tetapi justru semakin tidak baik. Karena selain pandemi, ditambah lagi karena adanya perang di Ukraina," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan di Peluncuran Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Dia mengatakan bahwa situasi ekonomi dunia saat ini berada pada posisi yang tidak baik-baik saja. Jokowi menyebut semua negara berada di posisi yang salut karena ketidakpastiaan global.

"Situasi ekonomi dunia sekarang ini betul-betul pada posisi yang tidak baik-baiksaja. Ketidakpastiannya sangat tinggi. Semua negara pada posisi yang sangat sulit sekarang ini. Bahkan negara-negara maju pun berada pada posisi yang sangat sulit," jelasnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Krisis

Disisi lain, Jokowi menyampaikan dunia juga dihadapkan pada krisis pangan, krisis energi, krisis finansial. Kendati begitu, dia bersyukur ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 bisa tumbuh di angka 5,44 persen.

Jokowi pun optimistis ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 5,44 persen pada kuartal III 2022. Hal ini, kata dia, bisa tercapai apabila pengusaha besar maupun pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah kompak dan bersinergi.

"Karena yang kita hadapi adalah sebuah tantangan yg tidak mudah. Kompak. Sehingga perlu yang namanya 'Indonesia Incorporated. Yang besar, yang menengah, yg kecil, bekerja sama, berkolaborasi bersama menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di lapangan secara konkret dan nyata," tutur Jokowi.

 


Akan Semakin Kuat

Dia meyakini ekonomi Indonesia akan semakin kuat apabila semua pengusaha bersinergi bersama dan saling bergandengan. Jokowi mencotohkan pandemi Covid-19 di Indonesia bisa terselesaikan karena semua elemen masyarakat saling bersinergi.

"Jakarta, provinsi, kabupaten/kota, sampai ke desa semuanya memang kita harus bekerja sama. Seperti kita saat menyelesaikan pandemi, semuanya saya lihat bekerja sama, Pemerintah, swastaa, dari pusat sampai ke desa, semuanya bekerja sama," pungkas dia.

"Dan Alhamdulillah, kita bisa menyelesaikan. Ini juga sama harus kompak betul," sambung Jokowi.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya