Cuaca Besok Minggu 2 Oktober 2022: Pagi Berawan, Jakarta Hujan Siang hingga Malam

Oleh Devira Prastiwi pada 01 Okt 2022, 08:20 WIB
Diperbarui 01 Okt 2022, 08:20 WIB
Badai Tropis di Jepang Bergerak ke Samudra Pasifik
Perbesar
Seorang pria berjalan di tengah hujan menuju stasiun kereta api Tokyo, Selasa (20/9/2022). Pejabat cuaca mendesak orang-orang untuk tetap waspada terhadap tanah longsor, sungai yang meluap, banjir di daerah dataran rendah, angin kencang, dan gelombang tinggi. (AP Photo/Hiro Komae)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca besok, Minggu 2 Oktober 2022, pagi hari Jakarta langitnya diprakirakan berawan. Namun berbeda pada siang hingga malam harinya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca hujan sedang bakal turun di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur siang hari, sisanya cerah berawan.

Malam harinya, seluruh langit Jakarta diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan, kecuali Kepulauan Seribu berawan.

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jakpus, Jaksel dan Jakbar pada siang dan sore hari," papar peringatan dini BMKG.

Berbeda, wilayah penyangganya yaitu Bekasi, Jawa Barat, sepanjang hari diprediksi turun hujan berintensitas ringan hingga sedang dari pagi sampai malam.

Di Depok dan Kota Bogor, Jawa Barat, pagi hari diprakirakan berawan, waspada hujan petir di siang, dan malam hujan berintensitas ringan.

"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada waktu antara siang/sore hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang," jelas peringatan dini BMKG.

Tak jauh berbeda, Kota Tangerang, Banten juga pada pagi diprediksi berawan tebal, lalu siang hingga malam turun hujan dengan intensitas ringan.

Berikut informasi prakiraan cuaca untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Jakarta Barat  Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat   Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Selatan   Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Timur   Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Utara   Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Kepulauan Seribu   Berawan  Cerah Berawan  Berawan
 Bekasi   Hujan Ringan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Depok   Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Kota Bogor   Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Tangerang  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan

35 Daerah Tangsel Ini Rawan Bencana Saat Cuaca Ekstrem

Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta
Perbesar
Sejumlah kendaraan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2022). BMKG mengungkapkan potensi curah hujan meningkat dan cuaca ekstrem sepanjang 17-23 Februari 2022. Sejumlah wilayah diminta waspada dampak yang terjadi dari cuaca buruk. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat, adanya 35 titik lokasi rawan bencana ketika musim cuaca ekstrem di wilayahnya.

"Kita masih mengacu pada data terdahulu, ada 35 titik lokasi rawan bencana yang mesti kami waspadai," jelas Kepala Pelaksana BPBD Tangsel, Uci Sanusi, Jumat 23 September 2022.

Dari ke-35 titik lokasi rawan bencana adalah kejadian bencana alam yang diakibatkan faktor cuaca seperti banjir dan tanah longsor. Adapun untuk titik lokasi banjir yang paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Pondok Aren, seperti perumahan Pondok Maharta, Kampung Bulak, Pondok Kacang Prima.

"Untuk wilayah rawan longsor itu berada di wilayah Kecamatan Setu, Serpong, Pamulang dan di wilayah Ciputat Timur itu wilayah Cirendeu," ungkapnya.

Siaga bencana alam tersebut, BPBD lakukan kesiapsiagaan, saat ini terus dilakukan penambahan termasuk jumlah perahu karet yang berjumlah 9 unit, ditambah peningkatan jumlah personel dan relawan yang siap membantu masyarakat 24 jam.

"Kalau tenda, tidak ada peningkatan, sejauh ini masyarakat lebih memilih stay di rumah. Tenda-tenda kita agak besar, sulit pemasangan di sekitar rawan banjir. Perahu total ada 9," jelas Uci Sanusi. 


BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Sangat Tinggi di Pantai Selatan Jabar - DIY

20160609- Gelombang Tinggi Hantam Pantai Selatan Yogya- Boy Harjanto
Perbesar
Warga mengevakuasi perabot warungnya dari terjangan gelombang pasang di Pantai Depok,Yogyakarta, Kamis (9/6). Kondisi yang terjadi di pesisir laut selatan tersebut di perkirakan akan terjadi hingga seminggu ke depan.(Liputan6.com/Boy Harjanto)

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh masyarakat dan pengguna jasa kelautan untuk mewaspadai potensi terjadinya gelombang sangat tinggi di pantai selatan Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Potensi terjadinya gelombang sangat tinggi tersebut lebih dipengaruhi oleh peningkatan kecepatan angin yang bertiup di atas wilayah perairan selatan Jabar hingga DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, Sabtu 24 September 2022.

Seperti dilansir Antara, BMKG menyebut angin di wilayah selatan Indonesia khususnya laut selatan Jabar-DIY dominan bergerak dari arah timur-tenggara dengan kecepatan berkisar 5-20 knot.

Menurut dia, pola pergerakan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi itu dapat memicu terjadinya peningkatan tinggi gelombang.

"Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang sangat tinggi yang berlaku hingga tanggal 26 September 2022 dan akan segera diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut," kata Teguh.

Peringatan dini tersebut dikeluarkan karena tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jabar, perairan selatan Jateng, dan perairan selatan DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai kisaran 4 meter hingga 6 meter yang masuk kategori sangat tinggi.

Terkait dengan kondisi tersebut, Teguh mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan khususnya nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil maupun operator tongkang pengangkut batubara untuk memerhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

"Kepada wisatawan yang mengunjungi pantai selatan Jabar, Jateng, dan DIY terutama wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas diimbau untuk tidak berenang di pantai karena gelombang tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu," kata Teguh.

Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya