Anies Siap Maju Pilpres, Gerindra: Apa Dia Tak Ingat Kader Berkorban di Pilkada 2017

Oleh Delvira Hutabarat pada 28 Sep 2022, 13:40 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 13:41 WIB
PAMERAN INNOVATION DAY 2022
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan saat pameran Jakarta Innovation Day 2022 di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/9/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Jakarta Innovation Day 2022, dalam ajang pameran innovasi Jakarta terdapat Bioniqa yaitu pohon robot yang mampu mereduksi karbon di udara dan mengubahnya menjadi oksigen. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan pihaknya tak mempersalahkan apabila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju Pilpres 2024 atau berpaling ke partai lain. Diketahui, Gerindra adalah partai pengusung Anies di Pilkada DKI 2017 lalu.

“Anies tidak pernah menyatakan diri masuk jadi kader Gerindra. Jadi semua warga negara berhak memilih dan berhak untuk dipilih. Jadi kita tidak bisa menghalangi hak seseorang itu,” kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (28/9/2022).

Muzani menegaskan bahwa Partai Gerindra telah final mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024. Dan Gerindra tidak menyokong Anies untuk maju dalam kontestasi demokrasi tersebut.

Meski demikian, dia menyinggung agar Anies mengingat perjuangan para kader yang mengaku telah berkorban untuk dia saat Pilkada DKI 2017 lalu. Hal itu membuat kader mempertanyakan kesetiaan Anies.

“Cuma kata kader Gerindra semua, kalau inget Anies, inget tahun 2017 bagaimana kami semua berkorban, kami semua berjuang, kami mempertaruhkan Anies di RT-RT, di kampung kampung di Jakarta, dan saya masih ingat sekitar 2.200 anggota DPR kabupaten privinsi se-Indonesia kami turunkan ke Jakarta untuk memenangkan Anies ketika itu,” kata Muzani.

Muzani menyatakan, kader Gerindra mempertanyakan apakah Anies ingat dengan pergorbanan Gerindra untuk Anies.

“Itu semua mereka inget, apa Anies enggak inget kata mereka. Saya bilang cuma wallahualam,” kata dia.

Meski demikian, Muzani mengingatkan agar para kader Gerindra jangan mengingat-ingat kebaikan mereka pada Anies. Sebab, kebaikan pasti tetap akan mendapat balasannya.

“Saya bilang cuma pesan satu, jangan pernah mengingatkan kebaikan ke orang lain. Saya bilang begitu kalau itu kebaikan nanti ada balasannya di kemudian hari entah sekarang atau nanti. Itu pesan saya,” pungkas dia.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Elektabilitas Tinggi

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra Mohammad Taufik menilai tingginya elektabilitas Anies Baswedan di berbagai survei calon presiden (capres) 2024 menunjukkan adanya pergeseran cara masyarakat dalam melihat pemimpin.

"Nah Anies, saya lihat ada kepuasan soal kinerja itu kurang lebih 73 persen. Artinya ada perubahan cara menilai kepemimpinan Gubernur, bahwa kinerja diukurnya. Kalau kemarin kemerakyatan, nah ini kan sesuatu yang bagus, proses pembangunan yang dilakukan di Jakarta," kata Taufik kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Selain itu, Taufik juga mengacu pada Anies yang independen alias nonpartai politik (parpol). Dia membandingkan hal tersebut dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Saya kira gini ya, bayangkan Pak Anies tuh badannya sendiri, beda sama Ganjar. Kalau Ganjar ada partainya tuh. Siapa lagi ada partainya, kan cuma Anies yang tidak," jelas Taufik.

Berdasarkan hal tersebut, Taufik menilai masyarakat telah bersikap objektif dalam memilih pemimpin. Anies, kata Taufik, dinilai berdasarkan kinerjanya.

"Saya kira itu lah sikap objektif masyarakat. Terus saya lihat ada pergeseran orang menilai di Jakarta loh ya, yang tadinya kemerakyatan, kalau pada Pak Jokowi kan yang merakyat dipilih," ujar dia.

Infografis Jelang Akhir Jabatan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Jelang Akhir Jabatan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya