Surya Paloh Umumkan Capres dan Koalisi NasDem 10 November 2022

Oleh Liputan6.com pada 26 Sep 2022, 18:35 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 18:35 WIB
FOTO: AHY Temui Surya Paloh di Markas Nasdem
Perbesar
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) menerima Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (kanan) di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (23/6/2022). Pertemuan keduanya untuk melakukan komunikasi dalam rangka penjajakan koalisi menjelang Pemilu 2024. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Ahmad Sahroni mengungkapkan tiga nama calon presiden (capres) dari Partai NasDem pada 10 November 2022 mendatang.

Sahroni menyebut pengumuman itu langsung akan disampaikan oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh

"Kan ada tiga nama nanti akan diumumin sama babeh gue (Surya Paloh) November," kata Sahroni  di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Senin (26/9/2022). 

Seperti diketahui hasil Rakernas, NasDem mengumumkan tiga nama yang akan menjadi bakal calon presiden (capres) yang mereka usung di Pemilu 2024, ketiga nama tersebut yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranow dan Jenderal Andika Perkasa. 

Selain pengumuman nama capres, Sahroni juga mengatakan bahwa NasDem akan mengumumkan koalisi di hari yang sama.  "Koalisi ya tanggal 10 November itu. Tanggal 10," kata Sahroni

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Ahmad Ali menyebutkan kesepakatan yang dicapai dengan PKS dan Demokrat itu baru sekitar 80 persen dan sisanya masih sangat menentukan.

"Dengan Demokrat dan PKS itu itu sudah sangat (dekat), yah katakanlah 80 persen untuk kita selamatkan. Tapi bisa jadi 20 persen itu bisa sangat menentukan atau tidaknya kan," ungkap Ahmad Ali seusai menghadiri Rapat Konsolidasi DPW NasDem Sulsel di Claro Hotel Makassar, Minggu (25/9) malam. 

Anggota Komisi III DPR RI ini mengaku partai besutan Surya Paloh ini akan mengumumkan koalisi jika semuanya sudah menemui kata sepakat.

Dia menegaskan NasDem tidak ingin koalisi yang terbentuk akan pecah atau bubar di tengah jalan akibat figur calon presiden (capres). 

"Kita tidak mau nanti koalisi yang kita bangun itu pecah di ujung, bubar di ujung, karena kemudian kita tidak jadi kesepakatan tentang orang, tentang figur. Maka kemudian nanti diskusi kriteria. NasDem mau kalau bisa dengan mitra koalisi itu capres yang akan kita usul nanti tidak berasal dari parpol," bebernya.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tak Akan Tinggalkan PKS dan Demokrat

Anies, Surya Paloh, AHY dan Presiden PKS bertemu di pernikahan anak Politikus Nasdem. Apa yang dibahas ?
Perbesar
Anies, Surya Paloh, AHY dan Presiden PKS bertemu di pernikahan anak Politikus Nasdem. Apa yang dibahas ? (Istimewa)

Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali menuturkan, NasDem tidak akan meninggalkan Demokrat dan PKS yang telah membangun komunikasi lebih jauh untuk Pilpres 2024.

Hal ini disampaikan usai partai yang dikepalai Surya Paloh tersebut menggelar pertemuan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan alias PDIP.

"Memang saya harus katakan saat ini PKS dan demokrat komunikasinya jauh lebih maju, dari pada partai lain," kata Ahmad Ali di NasDem Tower, Jakarta, Senin 22 Agustus 2022.

"Apakah kemudian pertemuan tadi NasDem akan meninggalkan yang lain, tidak," jelasnya.

Partai NasDem sebagai partai politik punya kemandirian untuk membangun koalisi. Pertemuan dengan PDIP hari ini tidak melulu diartikan harus bersama.

Namun, ketika ada perbedaan antar partai, hal itu bisa saling dipahami. Ali menyinggung hubungan partai yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri dengan Partai Demokrat dan PKS.

"Tapi paling tidak ketika terjadi perbedaan baik PDIP dengan Partai NasDem, PDIP dengan Partai Demokrat, PDIP dan PKS itu kita saling memahami. Berdiskusi bukan harus berkoalisi," ungkap Ali.  

Maka itu menurut Ali, bila Partai NasDem dan PDIP tidak bisa bersama-sama di Pilpres 2024 mendatang, itu juga telah saling memahami antara satu dengan yang lainnya.

Kendati demikian menurut Ali, Partai Nasdem dengan partai berlogo kepala banteng ini punya komitmen yang sama.

"Kami berkomitmen bahwa kalau PDIP yang menang bersama-sama dengan PDIP, kalau PDIP yang kalah kami bersama-sama. Kami bersama-sama di manapun," ujar Ali.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya