Hujan Deras dan Drainase Buruk Jadi Alasan Tangsel Banjir Akhir Pekan Kemarin

Oleh Pramita Tristiawati pada 26 Sep 2022, 19:27 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 19:27 WIB
Waspada, Cuaca Ekstrim Ancam Jabodetabek
Perbesar
Pengendara terjebak banjir yang menggenangi jalan Bayangkara Pusdiklat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (2/11/2021). BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Ternyata, bukan hanya karena intensitas tinggi hujan saja yang menyebabkan banjir. Tapi juga buruknya saluran drainase di wilayah tersebut.

"Kita sudah melakukan perbaikan drainase, pada titik banjir kemarin hujan besar akhirnya banjir juga. Ada drainase mampet karena ada sedimentasi, ada drainase tersumbat," terang Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Kantor DPRD Tangsel, Senin (26/9/2022).

Dia juga menegaskan, melalui dinas teknis terkait tengah melakukan perbaikan saluran drainase agar genangan bisa cepat surut dan tidak menimbulkan adanya banjir.

"Memang kita sedang konsentrasi perbaikan drainase di beberapa titik. Kemudian misalnya di Rawa Buntu, depan Delatinos, kita cari (sumber), kita duga ada saluran pembuangan yang tidak lancar, kita telusuri sekarang oleh PU," kata Benyamin.

Sementara untuk banjir rutin yang menerjang kawasan perumahan Pondok Maharta, setiap kali hujan deras turun lebih disebabkan adanya penyempitan saluran air di wilayah perbatasan kota Tangsel dan Kota Tangerang.

"Pondok Maharta, karena ada penyempitan di Kota Tangerang, drainasenya mengecil dan itu sudah kita koordinasikan dengan pihak kota Tangerang. Dan aliran kali terlalu nyiku, tikungannya sampa 90 derajat jadi air berbalik ke kita," ujar Benyamin.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


12 Titik Banjir

Selain hal itu, pihaknya juga telah meminta pengembang kawasan komersil di lokasi dekat perumahan Pondok Maharta, membuat kantung tangkapan air atau tandon, agar mampu menampung debit air saat hujan deras turun.

"Di luar itu kita kordinasi pengembang setempat dibuat tandon kecil, luas 1000-2000 meter supaya kali tidak meluap, kita buat tandon antara lain kaya gitu. Kita kordinasi pengembang membuat tangkapan air dulu," kata Benyamin.

Sebelumnya, 12 titik lokasi banjir mengepung kawasan Tangerang Selatan, mulai dari kawasan perumahan, jalan protokol dan ruas jalan tol juga semoat lumpuh tak bisa dilalui akibat terendam banjir.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya