Jokowi: RI Beri Bantuan USD 1 Juta dan Barang untuk Korban Banjir Pakistan

Oleh Lizsa Egeham pada 26 Sep 2022, 12:31 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 12:32 WIB
Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Pakistan, Ratusan Orang Tewas
Perbesar
Tentara membagikan makanan dan barang-barang lainnya kepada orang-orang terlantar di sebuah kamp bantuan di daerah yang dilanda banjir di distrik Jamshoro, di Pakistan selatan, Rabu (24/8/2022). Hujan deras telah memicu banjir bandang dan mendatangkan malapetaka di banyak tempat. (AP Photo/Pervez Masih)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor di Pakistan. Jokowi pun mengirimkan bantuan kemanusian berupa uang dan sejumlah barang untuk korban banjir Pakistan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat melepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Pakistan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Senin (26/9/2022). Adapun bantuan dikirim dengan menggunakan dua pesawat.

"Untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Pakistan dan sebagai wujud solidaritas internasional, pemerintah Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan berupa kurang lebih USD 1 juta bantuan dana tunai dan juga bantuan barang-barang," kata Jokowi, Senin.

Menurut dia, Indonesia selanjutnya juga akan mengirimkan bantuan berupa kebutuhan dasar ke Pakistan. Mulai dari, tenda, pakaian, selimut, kantong tidur, generator, obat-obatan, dan bahan medis.

"Saya berharap bantuan ini dapat membantu saudara-saudara kita di Pakistan sehingga segera dapat pulih dan beraktivitas kembali," ujar Jokowi.

Jokowi menyampaikan bantuan yang akan diberikan tidak berhenti sampai disini sesuai dengan permintaan dari pemerintah Pakistan. Pemerintah, kata dia, juga akan mengirimkan tenaga kesehatan ke Pakistan.

"Saya juga tengah menyiapkan bantuan berupa nakes yang nantinya segera akan dikirimkan untuk memberikan pelayanan medis kepada warga Pakistan yang terdampak bencana," tutur Jokowi.

Dia menyadari bahwa bencana banjir dan tanah longsor di Pakistan menimbulkan dampak yang luas bagi rakyat Pakistan. Bahkan, 800.000 warga terpaksa harus mengungsi karena bencana tersebut.

"Mulai (dampak) kerusakan lahan pertanian, kerusakan sekolah dan juga infrastruktur, serta memaksa kurang lebih 800.000 orang mengungsi," ucap Jokowi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Utusan Khusus PBB Angelina Jolie Datang ke Pakistan Temui Korban Banjir

Wabah Demam Berdarah Melanda Pakistan
Perbesar
Pasien yang menderita demam berdarah, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, dirawat di bangsal isolasi, di sebuah rumah sakit di Lahore, Pakistan, Jumat (23/9/2022). Pakistan telah mengerahkan ribuan dokter dan paramedis tambahan di provinsi yang paling parah dilanda banjir di negara itu untuk menahan penyebaran penyakit yang telah menewaskan lebih dari 300 orang di antara para korban banjir, kata para pejabat. (AP Photo/K.M. Chaudary)

Aktris Hollywood dan Utusan Khusus PBB untuk Urusan Kemanusiaan Angelina Jolie, pada Selasa (20/9), melakukan kunjungan khusus yang tak terjadwal ke salah satu daerah yang paling parah dilanda banjir di selatan Pakistan. Lebih dari 1.559 orang meninggal dalam banjir yang sudah berlangsung selama satu bulan itu.

Video yang dirilis oleh pemerintah Pakistan menunjukkan Jolie melangsungkan pertemuan dengan beberapa pejabat di Islamabad, dan membahas perlunya masyarakat internasional melakukan lebih banyak hal.

Menurut media lokal, Angelina Jolie juga mengunjungi beberapa daerah yang terdampak banjir, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (22/9/2022).

Menurut IRC, kelompok bantuan internasional terkemuka, Jolie mengunjungi Pakistan untuk membantu komunitas yang terdampak oleh banjir dahsyat itu.

Belum ada pernyataan dari pemerintah Pakistan tentang lawatan Jolie ke Dadu, salah satu distrik yang paling parah dilanda penyakit yang ditularkan oleh air. Penyakit tersebut dilaporkan telah membunuh hampir 300 orang sejak Juli lalu.

Saat ini dokter-dokter sedang berupaya keras mengatasi wabah penyakit yang ditularkan melalui air di kalangan para pengungsi banjir.

Lawatan itu berlangsung ketika Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif berada di New York untuk menyampaikan padangannya dalam sidang Majelis Umum PBB. Dalam pidatonya, Shahbaz menyoroti kerusakan akibat perubahan iklim yang memicu banjir di negara yang miskin itu.

Pakistan mengatakan banjir itu telah menimbulkan kerugian ekonomi hingga $30 miliar.

 


Korban Banjir di Pakistan Tembus 1.500, Penyebaran Penyakit Makin Luas

Banjir Pakistan Menyebabkan Kekurangan Air bersih dan Penyakit Yang Ditularkan Oleh Air
Perbesar
Korban banjir saat menerima bantuan Yayasan Edhi di Distrik Ghotki, Sindh Pakistan, Rabu (7/9/2022). Akses ke air bersih adalah masalah terbesar bagi mereka yang mencoba mencari makanan dan tempat tinggal. (AP Photo/Fareed Khan)

Lebih dari 90.000 orang dirawat karena penyakit menular dan penyakit yang ditularkan melalui air dalam sehari di daerah-daerah yang dilanda banjir di Pakistan selatan, data pemerintah menunjukkan pada Jumat (16 September), karena jumlah korban tewas akibat genangan melampaui 1.500.

Dilansir Channel News Asia, Jumat (16/9/2022), daerah banjir telah dipenuhi dengan penyakit termasuk malaria, demam berdarah, diare dan masalah kulit, menurut laporan dari pemerintah provinsi Sindh selatan yang dikeluarkan pada hari Jumat. 

Ini mengkonfirmasi 588 kasus malaria dengan 10.604 lainnya diduga selain 17.977 diare dan 20.064 penyakit kulit dilaporkan pada hari Kamis. Sebanyak 2,3 juta pasien telah dirawat sejak 1 Juli di lapangan dan rumah sakit keliling yang didirikan di wilayah banjir.

Rekor hujan monsun di selatan dan barat daya Pakistan dan pencairan gletser di bagian utara memicu banjir yang telah berdampak pada hampir 33 juta orang di 220 juta negara Asia Selatan, menyapu rumah, tanaman, jembatan, jalan dan ternak dalam kerusakan yang diperkirakan mencapai US$30 miliar. 

Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional melaporkan 1.508 kematian termasuk 536 anak-anak dan 308 wanita.

Ratusan ribu orang yang terlantar sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan, tempat tinggal, air minum bersih, toilet, dan obat-obatan.

Banyak yang tidur di tempat terbuka di sisi jalan raya yang ditinggikan.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya